Menjaga kadar kolesterol tetap stabil menjadi poin krusial demi memelihara kesehatan organ jantung dalam jangka panjang. Tingginya kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat berisiko memicu gangguan pada pembuluh darah dan memicu penyakit jantung.
Selain menerapkan pola hidup sehat, pemilihan asupan pangan tertentu terbukti efektif mengontrol kadar lemak darah tersebut. Dilansir dari Medcom, ahli bedah asal Inggris sekaligus kreator konten kesehatan Dr. Karan Rajan membagikan beberapa opsi makanan penurun LDL.
Buah beri mengandung senyawa polifenol, termasuk antosianin, yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Kandungan ini bekerja memproteksi dinding pembuluh darah sekaligus menghambat proses oksidasi pada kolesterol LDL.
Polifenol juga memicu peningkatan produksi asam empedu di dalam tubuh. Mekanisme ini memaksa tubuh menyerap lebih banyak kolesterol dari aliran darah untuk memproduksi asam empedu baru, sehingga kadar kolesterol sistemik menurun.
Opsi berikutnya adalah kelompok biji-bijian seperti chia seed, flaxseed, serta aneka kacang-kacangan yang kaya akan lemak tak jenuh. Kandungan lemak sehat ini mampu membatasi penyerapan kolesterol pada sistem pencernaan sekaligus menekan sintesis lemak di organ hati.
Khasiat Kacang-kacangan dan Serat Larut Oat
Kacang-kacangan dan lentil menjadi sumber protein nabati yang padat serat fermentasi. Saat mencapai usus, serat ini menghasilkan asam lemak rantai pendek yang efektif menekan produksi kolesterol di hati sekaligus meningkatkan sensitivitas reseptor LDL.
"Kacang-kacangan dan lentil mengandung serat yang dapat difermentasi, yang membantu memaksimalkan produksi asam lemak rantai pendek dan menurunkan sintesis kolesterol di hati," ujar Rajan.
Selain itu, konsumsi oat sangat direkomendasikan karena memiliki kandungan serat larut prebiotik bernama beta-glukan. Serat ini membentuk lapisan kental mirip gel di saluran cerna untuk mengikat asam empedu dan mengeluarkannya melalui sistem ekskresi.
Guna menggantikan komponen asam empedu yang terbuang, tubuh secara otomatis mengambil kolesterol dari pasokan darah, yang berujung pada penurunan kadar LDL. Optimalisasi kontrol kolesterol ini tetap memerlukan dukungan dari aktivitas fisik rutin dan berat badan yang ideal.