Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi temuan lima kasus hantavirus yang menyerang penumpang kapal pesiar MV Hondius, sebagaimana dilansir dari Lifestyle. Peringatan mengenai potensi munculnya infeksi baru telah diterbitkan mengingat virus ini memiliki masa inkubasi mencapai enam minggu.
Data perjalanan menunjukkan kapal tersebut mengangkut sekitar 150 penumpang dalam pelayaran yang dimulai 1 April 2026 dari Argentina. Kapal ini melintasi rute Antartika hingga Kepulauan Canary sebelum satu penumpang asal Belanda dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi tersebut pada 11 April 2026.
Ahli epidemiologi penyakit menular WHO, Maria Van Kerkhove, memberikan penjelasan mengenai karakteristik penyebaran virus ini yang berbeda dengan pandemi global sebelumnya. Ia menekankan bahwa hantavirus menular melalui kontak yang sangat dekat.
"I ingin menegaskan hal ini dengan jelas. Ini bukan SARS-CoV-2. Ini bukan awal dari pandemi Covid. Ini adalah wabah yang kita lihat di kapal," ujar Kerkhove, dikutip Senin (11/5/2026).
Otoritas kesehatan saat ini sedang melakukan investigasi mendalam terkait mekanisme penularan antarmanusia yang sebenarnya sangat jarang terjadi dalam kasus hantavirus. Meskipun tidak ditemukan keberadaan tikus di dalam kapal, penumpang pertama diduga telah terinfeksi sebelum memulai perjalanan.
Tim medis juga melacak orang-orang yang pernah berinteraksi dengan pasien, termasuk seorang wanita yang meninggal dunia di Afrika Selatan setelah turun dari kapal. Selain itu, pemantauan dilakukan terhadap warga di tiga negara bagian Amerika Serikat yang sempat berada di kapal tersebut.
Juru bicara Uni Eropa, Eva Hrcirova, menyampaikan penilaian risiko terkait situasi kesehatan ini bagi masyarakat luas. Pihaknya terus memantau bukti-bukti terbaru yang tersedia di lapangan.
"Saya harus mengulangi bahwa menurut bukti yang kami miliki saat ini, risiko bagi masyarakat di Eropa, risiko bagi warga Eropa, rendah," kata Hrcirova.
Analisis medis menunjukkan bahwa hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa hewan pengerat dan biasanya menular melalui penghirupan partikel kotoran yang mengering. Tingkat penularannya dinilai jauh lebih rendah dibandingkan Covid-19.
Profesor klinis bidang penyakit menular di Michigan Medicine, Dr. Emily Abdoler, menyatakan bahwa rekam jejak penyebaran hantavirus di masa lalu tidak pernah memicu wabah dalam skala besar.
Pejabat kesehatan melaporkan bahwa hingga Rabu (06/05/2026), warga Amerika Serikat yang dipantau belum menunjukkan gejala penyakit. Langkah pencegahan tetap dilakukan karena sifat virus yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius pada manusia.