Terapkan Empat Kebiasaan Finansial Menjelang Pensiun

Terapkan Empat Kebiasaan Finansial Menjelang Pensiun

Masa pensiun menjadi fase penting yang membutuhkan penataan keuangan secara serius, terutama ketika waktu pensiun hanya tinggal beberapa tahun lagi. Banyak orang sering mengabaikan langkah persiapan pada tahun-tahun terakhir, padahal periode tersebut sangat menentukan kestabilan finansial jangka panjang.

Perubahan pendapatan dan kebutuhan membuat calon pensiunan harus memahami kondisi keuangan dengan lebih cermat. Seperti dilansir dari Personalfinance, terdapat empat kebiasaan finansial yang dapat diterapkan sejak tahun 2026 agar masa pensiun berjalan lebih tenang.

Kebiasaan-kebiasaan ini tidak bersifat rumit sehingga mudah diterapkan oleh siapa pun yang memasuki masa persiapan menjelang pensiun. Dengan membentuk kebiasaan yang tepat, calon pensiunan dapat mengurangi risiko dan memastikan kebutuhan hidup tetap terpenuhi. Disiplin pada masa prapensiun juga akan sangat membantu dalam menjaga stabilitas keuangan ketika tidak lagi bekerja.

Calon pensiunan disarankan mulai membiasakan diri hidup dengan anggaran yang lebih kecil. Hal ini karena kebutuhan hidup setelah pensiun biasanya turun menjadi sekitar 55% hingga 80% dari pendapatan sebelum pensiun.

Sebagai ilustrasi, seseorang dengan pendapatan tahunan Rp1,6 miliar dapat memperkirakan kebutuhan sekitar Rp880 juta hingga Rp1,28 miliar ketika memasuki masa pensiun. Menerapkan anggaran tersebut sejak sekarang membantu Anda melihat pola pengeluaran mana yang masih dapat disesuaikan.

Kebiasaan ini membantu memahami perubahan gaya hidup serta menghindari kejutan finansial di masa pensiun. Selain itu, adaptasi dini menjadikan proses transisi lebih nyaman dan lebih mudah diatur.

Perkuat Dana Darurat sebagai Benteng Keuangan

Dana darurat menjadi perlindungan penting bagi siapa pun yang akan hidup dengan pendapatan tetap. Para ahli menyarankan minimal dana darurat untuk kebutuhan enam bulan.

Namun, calon pensiunan umumnya membutuhkan dana lebih besar karena pengeluaran seperti perawatan jangka panjang, perbaikan rumah, dan pajak dapat meningkat. Jika jumlah dana darurat masih kurang, mulailah menambahnya secara rutin tanpa harus mengganggu alokasi investasi.

Penghitungan ulang biaya hidup juga diperlukan agar proyeksinya tetap realistis. Penting menyiapkan proyeksi kebutuhan pokok untuk lima hingga tujuh tahun ke depan, termasuk kebutuhan makanan, bahan bakar, pakaian, dan utilitas. Proyeksi ini membantu calon pensiunan mempersiapkan dana yang lebih terukur.

Tinjau Kembali Akun Investasi Menjelang Pensiun

Menjelang pensiun, fokus utama investasi bukan lagi pada pertumbuhan agresif melainkan pada perlindungan nilai kekayaan. Oleh sebab itu, Anda perlu meninjau akun investasi secara berkala.

Pastikan alokasi investasi telah sesuai dengan profil risiko yang lebih konservatif serta mempertimbangkan kondisi pasar. Calon pensiunan juga dianjurkan melakukan simulasi penarikan dana.

Berdasarkan referensi yang disampaikan, pendekatan yang banyak digunakan adalah penarikan sekitar 4% - 5% dari total tabungan pada tahun pertama pensiun. Penarikan berikutnya dilakukan dalam jumlah yang sama dengan penyesuaian terhadap inflasi. Meskipun belum harus dilakukan sekarang, simulasi seperti ini membantu Anda menyusun strategi yang lebih aman dan berjangka panjang.

Evaluasi Polis Anuitas dan Asuransi Jiwa

Polis anuitas dan asuransi jiwa sering kali terlupakan padahal instrumen tersebut berperan besar dalam melindungi finansial keluarga setelah pensiun. Anda perlu meninjau ulang setiap polis untuk memastikan manfaatnya masih sesuai kebutuhan.

Jika ada kekurangan perlindungan, Anda dapat mempertimbangkan perubahan atau penambahan manfaat. Salah satu fokus utama dalam peninjauan polis adalah memastikan manfaat asuransi cukup untuk membantu pasangan dalam proses pengelolaan aset pensiun.

Manfaat bebas pajak dapat digunakan untuk mengalihkan aset pensiun ke rekening pasangan sehingga pajak yang muncul menjadi lebih ringan. Bagi calon pembeli baru, polis yang memiliki manfaat tambahan seperti perlindungan penyakit kronis atau layanan perawatan jangka panjang dapat menjadi pertimbangan karena kebutuhan kesehatan biasanya meningkat seiring bertambahnya usia.

Artikel terkait

Rekomendasi