Dehidrasi ternyata tidak selalu ditandai dengan munculnya rasa haus. Tubuh manusia tetap bisa kehilangan cairan dan elektrolit tanpa disadari di tengah padatnya aktivitas, perjalanan panjang, hingga paparan ruangan ber-AC sepanjang hari.
Kondisi kehilangan cairan tersebut dapat memicu tubuh menjadi lemas, sulit fokus, hingga mengalami keram otot saat beraktivitas maupun berolahraga. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.
Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari cairan yang memiliki peran penting dalam berbagai fungsi organ, seperti dilansir dari Medcom.
“Tubuh kita itu unique. Dan mostly, memang tubuh kita ini terdiri dari air. Justru 60-25% of our body itu cairan,” ujar dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp. G.K, Spesialis Gizi Klinik dalam acara "Power Your Hydration” by Coca-Cola Indonesia di FX Sudirman, Jakarta, Selasa, (19/05/26).
Menurut dr. Diana, cairan dalam tubuh bukan sekadar air biasa, melainkan juga mengandung elektrolit penting seperti natrium, kalium, kalsium, dan magnesium. Elektrolit-elektrolit tersebut berfungsi menjaga keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel tubuh.
Kalsium dan magnesium memiliki fungsi yang sangat besar untuk tubuh manusia. Kalsium membantu menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot, sedangkan magnesium berperan penting dalam relaksasi otot dan kualitas tidur.
“Magnesium, dia berperan penting juga untuk membantu deep sleep kita lebih oke,” katanya.
dr. Diana menambahkan, kekurangan elektrolit dapat membuat tubuh terasa lemas, sulit berkonsentrasi, hingga memicu terjadinya keram otot. Kondisi ini sering kali terjadi setelah aktivitas berat, perjalanan panjang, atau olahraga intensitas tinggi yang memicu banyak keluarnya keringat.
“Kalau memang kita hanya minum air aja, tapi elektrolitnya tidak terganti, akhirnya yang tadi butuh natrium, kalium, kalsium segala macam nggak ada. Apa yang dirasain? Ya kita lemes,” ujar dr. Diana.
Menurutnya, keram saat berolahraga juga menjadi salah satu tanda nyata bahwa tubuh kekurangan elektrolit. Otot membutuhkan keseimbangan mineral yang cukup untuk proses kontraksi dan relaksasi.
“Kalau udah keram, berarti sudah kekurangan. Karena fungsinya dia tadi kan menjaga otot,” katanya.
Jangan Menunggu Muncul Rasa Haus
Rasa haus sebenarnya merupakan sebuah sinyal bahwa tubuh sudah mulai mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan cairan sebaiknya dilakukan sebelum tubuh benar-benar merasa haus.
“Jangan nunggu haus. Kalau udah ngerasa haus, sebenarnya itu sudah proses dari kita menuju dehidrasi. Kadang kita nggak ngerasa haus. Padahal sudah terjadi sebenarnya proses dehidrasi tadi,” jelasnya.
Aktivitas sehari-hari seperti bekerja, berpikir, melihat media sosial, hingga berada di ruangan ber-AC tetap membuat tubuh kehilangan cairan dan elektrolit. Masyarakat diimbau untuk lebih memahami kondisi tubuh masing-masing dan memastikan kebutuhan cairan serta elektrolit tetap terpenuhi agar tubuh tidak mudah drop.