Penyebaran penyakit campak yang sangat menular menjadi perhatian serius masyarakat, terutama saat momen berkumpul keluarga atau berwisata. Risiko penularan ini mengancam anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap atau ketika daya tahan tubuh sedang melemah.
Dikutip dari Caritahu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya 45 kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak di 29 kabupaten/kota pada awal tahun 2026, tepatnya dari minggu pertama hingga minggu kedelapan.
Kemenkes juga mencatat terdapat 13.046 suspek penyakit campak hingga pertengahan Maret 2026. Dari total tersebut, sebanyak 10.301 kasus telah terkonfirmasi positif dan menyebabkan 8 kematian, serta memicu 54 KLB di 37 kabupaten/kota yang tersebar di 13 provinsi.
Berdasarkan informasi resmi Kementerian Kesehatan, penyakit campak atau rubeola merupakan infeksi akut yang dipicu oleh serangan virus. Penyakit ini memiliki sejumlah gejala klinis yang patut diwaspadai oleh masyarakat.
Infeksi virus campak ditandai dengan munculnya sejumlah indikasi pada tubuh penderita. Gejala-gejala tersebut meliputi demam tinggi yang bisa mencapai 40 derajat Celsius, batuk kering, pilek, serta kondisi mata merah.
Selain itu, penderita umumnya akan mengalami kemunculan bintik-bintik putih kecil di bagian dalam mulut. Ciri khas lainnya adalah timbulnya ruam di seluruh tubuh yang biasanya bermula dari area wajah dan telinga.
Mekanisme Penularan dan Cara Pencegahan
Virus campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi melalui beberapa medium. Penularan dapat terjadi lewat udara melalui percikan ludah saat penderita batuk atau bersin, kontak langsung dengan cairan tubuh pasien, maupun saat memegang benda yang telah terkontaminasi.
Pemeriksaan medis ke dokter harus segera dilakukan jika ditemukan gejala-gejala tersebut pada orang terdekat. Langkah pencegahan utama yang dapat diambil untuk memutus rantai penularan adalah melalui pemberian imunisasi, khususnya pada usia anak-anak.
Masyarakat dapat melakukan imunisasi kejar campak-rubella (MR) yang ditujukan bagi anak usia 9 sampai 59 bulan. Layanan imunisasi ini bisa diakses dengan mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat, seperti Puskesmas atau Posyandu.
Data Kemenkes RI menunjukkan bahwa pemberian vaksin MR mampu meningkatkan titer antibodi untuk pencegahan campak secara signifikan, yaitu dari 10,41 persen melonjak menjadi 80,21 persen.
Upaya pencegahan ini juga wajib didukung dengan menjaga daya tahan tubuh, mengonsumsi banyak air putih agar tubuh tetap terhidrasi, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Menghindari kontak langsung dengan penderita juga sangat disarankan agar penularan tidak semakin meluas.