Kemenkes Gandeng Danantara Indonesia Trust Perkuat Filantropi Kesehatan Ibu dan Anak

Kemenkes Gandeng Danantara Indonesia Trust Perkuat Filantropi Kesehatan Ibu dan Anak

Sektor filantropi dinilai memegang peran yang sangat strategis dalam mendongkrak mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. Langkah ini menjadi krusial, khususnya untuk mengoptimalkan program pembiayaan kesehatan bagi kelompok ibu dan anak, dilansir dari Medcom.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa efektivitas kontribusi filantropi wajib bersandar pada fondasi kepercayaan yang kuat. Di samping itu, skema pendanaan ini harus mampu berfungsi sebagai daya ungkit dalam memperluas dampak nyata program di tengah masyarakat.

“Filantropi itu basisnya adalah kepercayaan. Kalau kita tidak bisa membangun kepercayaan, mustahil kita mendapatkan pendanaan filantropi," ujar Menkes Budi saat menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Danantara Indonesia Trust (DIT) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, minggu lalu.

“Dan yang kedua, filantropi harus dilihat sebagai katalis atau leverage,” tambah Menkes lagi.

Kerja sama strategis tersebut nantinya akan difokuskan pada penyediaan vaksin heksavalen demi membentengi kelompok anak dari risiko penyakit menular. Program ini juga mencakup penguatan infrastruktur rantai dingin vaksin serta penyaluran suplemen mikronutrien bagi keselamatan ibu hamil dan persalinan sekaligus menekan angka stunting.

Menkes Budi menggarisbawahi bahwa peran filantropi saat ini kian vital menyusul tren penurunan bantuan luar negeri di tingkat global. Dana dari sektor nonpemerintah ini diharapkan menjadi penggerak utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan prioritas di tanah air.

“With modal kepercayaan dan pendekatan katalitik inilah, kita bisa mendatangkan lebih banyak dana filantropi untuk kepentingan masyarakat,” kata Menkes.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi agenda yang mendesak mengingat besarnya tantangan pemenuhan hak kesehatan bagi ibu dan anak di dalam negeri. Berdasarkan data WHO dan UNICEF tahun 2026, Indonesia masih memiliki hampir 960 ribu anak dengan status zero-dose yang belum mendapatkan imunisasi dasar sama sekali, meskipun cakupan imunisasi nasional diklaim menyentuh angka 80,2 persen pada 2025.

Pembina Danantara Indonesia Trust sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menerangkan bahwa institusinya memikul tanggung jawab sosial yang nyata di samping tugas utama mengelola aset serta investasi negara. Pendirian DIT diarahkan untuk memperkokoh kapasitas sumber daya manusia sekaligus mengatasi masalah sosial secara komprehensif.

Kemitraan bersama Kemenkes diharapkan mampu mempercepat realisasi intervensi medis yang menyasar langsung kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan balita. Upaya pemenuhan gizi, perluasan wilayah imunisasi, serta pembenahan infrastruktur kesehatan menjadi instrumen utama dalam memangkas angka kematian ibu dan anak.

Menkes Budi menambahkan bahwa tantangan di sektor kesehatan nasional tidak akan mampu diselesaikan oleh pemerintah sendirian tanpa adanya sinergi solid bersama pihak eksternal.

“Dengan kepercayaan, tata kelola yang baik, dan pendekatan pendanaan yang mampu mengungkit kontribusi lebih luas, filantropi dapat menjadi kekuatan penting dalam membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan merata,” pungkas Menkes Budi.

Artikel terkait

Rekomendasi