Kemenkes Isolasi Kontak Erat Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius

Kemenkes Isolasi Kontak Erat Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi seorang Warga Negara Asing yang menjadi kontak erat hantavirus dari kapal pesiar MV Hondius sedang menjalani isolasi mandiri pada Selasa (12/5/2026). Langkah ini diambil guna memastikan kondisi kesehatan subjek benar-benar aman selama masa inkubasi berlangsung.

Sebagaimana dilansir dari Detik Health, otoritas kesehatan telah melakukan pengujian menyeluruh terhadap individu tersebut di bawah pengawasan RSPI Sulianti Saroso. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa subjek dalam kondisi bersih dari paparan virus tersebut.

"Kami tes secara komprehensif semua, yang bersangkutan bersih. Cuman sampai sekarang dia stay dulu diisolasi, supaya dalam masa inkubasi, temen-temen masih inget kan, COVID-19 itu kan begitu masuk ada masanya kan dia inkubasi," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.

Identifikasi dan pengawasan ketat tetap diberlakukan meski hasil tes menunjukkan indikasi negatif. Menkes menegaskan prosedur ini merupakan bagian dari protokol standar untuk memastikan tidak ada risiko yang terlewatkan.

"Kita mau lihat apakah benar-benar bersih apa nggak. Jadi sudah dilakukan, sudah tes, sudah identifikasi, dan kami isolasi," sambung Budi Gunadi Sadikin.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang lantaran karakteristik penularan hantavirus berbeda secara signifikan dengan COVID-19. Risiko penularan antarmanusia dinilai sangat rendah dan cenderung sulit terjadi.

"Jadi bukan seperti COVID-19 yang kita ngomong langsung tertular," tegas Budi Gunadi Sadikin.

Pemerintah menekankan bahwa vektor utama penyebaran virus ini adalah hewan pengerat. Menjaga sanitasi lingkungan menjadi langkah preventif yang paling efektif bagi masyarakat luas.

"Tapi sebagian besar besar 99 persen penularannya melalui tikus. Jadi cara yang paling baik menghindari adalah, pastikan rumah kita, restoran kita, tempat kerja kita bebas dari tikus," kata Budi Gunadi Sadikin.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan bahwa pemantauan terhadap kontak erat tersebut akan dilakukan selama dua pekan. Periode ini dihitung sejak pemeriksaan pertama yang dilakukan pada 8 Mei 2026 lalu.

"Kami akan pantai sama kami pastikan yang bersangkutan itu negatif, kami akan cek dua minggu dari kemarin (8 Mei)," kata Andi Saguni, Dirjen P2P Kemenkes.

Andi memastikan tidak ada indikasi penularan dari kontak erat tersebut kepada warga negara Indonesia. Subjek yang bersangkutan dinilai sangat kooperatif dan memahami prosedur kesehatan yang harus dijalani secara mandiri.

"Orangnya ini ketika di sana, edukasinya sudah bagus pengertiannya tentang ini (hantavirus). Jadi ketika datang dia sudah tahu caranya isolasi. Kebetulan dia tinggalnya sendiri kok," tutup Andi Saguni.

Keberadaan hantavirus sebenarnya sudah tercatat di Indonesia jauh sebelum insiden di kapal pesiar MV Hondius. Namun, jenis virus yang ditemukan di dalam negeri berbeda tipenya dengan yang terdeteksi pada kapal pesiar mewah tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi