Kemenkes Pantau WNA Jakarta Pusat Kontak Erat Pasien Hantavirus

Kemenkes Pantau WNA Jakarta Pusat Kontak Erat Pasien Hantavirus

Kementerian Kesehatan mengidentifikasi seorang warga negara asing (WNA) di Jakarta Pusat sebagai kontak erat penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terjangkit Hantavirus pada Rabu (13/5/2026). Dilansir dari Nasional, pria berusia 60 tahun tersebut kini dipantau secara intensif untuk menjalani prosedur pencegahan.

Pemerintah memberikan opsi bagi individu yang bersangkutan untuk melaksanakan pemisahan diri sesuai standar kesehatan. Langkah ini diambil setelah adanya notifikasi resmi dari otoritas kesehatan internasional mengenai status interaksi pria tersebut di luar negeri.

"Itu bisa dilakukan ya isolasi atau karantina secara mandiri," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni.

Kemenkes menilai fasilitas tempat tinggal WNA tersebut memadai untuk menjalankan prosedur kesehatan secara privat. Hal ini didasarkan pada tinjauan lokasi apartemen yang dianggap memenuhi kriteria keamanan medis.

"Sebenarnya kalau kita lihat bagaimana keadaan daripada apartemen dari KE (Kontak Erat) ini, dia itu berada pada level atau tingkat yang paling di atas tinggi," jelas Andi Saguni.

Fasilitas tersebut dinilai telah memenuhi standar operasional yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan dunia. Keputusan isolasi di kediaman menjadi opsi yang rasional melihat kondisi lingkungan yang ada.

"Dan itu sangat memungkinkan untuk dilakukan isolasi mandiri sebenarnya karena sudah sesuai dengan prosedur atau protokol panduan yang dikeluarkan oleh WHO," tambah Andi Saguni.

Meskipun sedang dalam pemantauan, hasil uji laboratorium awal terhadap sampel biologis WNA tersebut telah keluar. Tim medis telah melakukan pengujian menyeluruh melalui metode reaksi berantai polimerase.

"Itu sudah diperiksa ya PCR-nya dan dinyatakan negatif," tegas Andi Saguni.

Informasi mengenai status kontak erat ini bermula dari notifikasi International Health Regulation (IHR) National Focal Point (NFP) yang diterima Indonesia pada 7 Mei 2026. Subjek diketahui memiliki riwayat kesehatan komorbid berupa hipertensi yang tidak terkontrol.

"Laki-laki ini adalah warga negara asing umur 60 tahun tinggal di Jakarta Pusat. Kemudian gejala tidak ada, tetapi komorbid hipertensi 10 tahun tidak terkontrol dan menggunakan vaping (rokok elektrik)," ujar Andi Saguni.

Petugas medis segera mengumpulkan berbagai spesimen mulai dari serum, urine, hingga usap tenggorok untuk memastikan kondisi kesehatan pria tersebut. Hasil sementara menunjukkan tidak ada indikasi aktif virus dalam tubuhnya.

"Sekali lagi kabar baiknya dari orang asing ini bahwa hasil pemeriksaan PCR-nya itu negatif Hantavirus," ujar Andi Saguni.

Riwayat perjalanan menunjukkan WNA ini berada di Argentina pada akhir Maret hingga akhir April 2026. Ia tercatat berada di kota Ushuaia, yang menjadi lokasi keberangkatan kapal pesiar MV Hondius, pada 31 April.

"Kondisi pasien sehat dan tidak ada gejala yang mengkhawatirkan, pengamatan terus dilakukan agar pasien bisa kembali ke kediamannya untuk pencegahan lebih lanjut," kata Andi Saguni.

Puskesmas Kecamatan Senen kini dilibatkan untuk melakukan pengawasan rutin terhadap kondisi kesehatan yang bersangkutan. Pengujian laboratorium lanjutan akan dijadwalkan secara berkala untuk memastikan status kesehatan tetap stabil.

"Koordinasi dilakukan dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat secara reguler, walaupun saat ini pasien masih di RSPI Sulianti Saroso. Kami akan lakukan proses pemeriksaan laboratorium berulang setiap dua minggu," ujar Andi Saguni.

Artikel terkait

Rekomendasi