Kemenkes Jadikan Aceh Percontohan Nasional Tekan Angka Anak Zero Dose

Kemenkes Jadikan Aceh Percontohan Nasional Tekan Angka Anak Zero Dose

Kementerian Kesehatan memilih Provinsi Aceh sebagai model percontohan nasional untuk menekan angka anak yang belum pernah menerima imunisasi sama sekali atau zero dose. Langkah strategis ini mengandalkan kolaborasi warga lokal serta pendekatan berbasis nilai agama yang dinilai sangat efektif untuk diimplementasikan secara luas.

Kunjungan lapangan tematik dilakukan Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, di Kota Banda Aceh pada Jumat lalu untuk meninjau langsung pelayanan kesehatan primer di Posyandu Sejahtera Desa Panteriek dan UPTD Puskesmas Lueng Bata, seperti dilansir dari Medcom.

"Aceh menunjukkan pola kolaborasi yang kuat antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, hingga organisasi perempuan dalam meningkatkan kesadaran imunisasi bagi anak-anak. Ini salah satu percontohan bagaimana membangun kerja sama dengan berbagai elemen lokal," ujar Wamenkes Dante.

Pemerintah daerah setempat mengoptimalkan kearifan lokal dengan menerbitkan surat edaran agar para khatib menyampaikan khutbah Jumat mengenai pentingnya imunisasi. Pemerintah Kota Banda Aceh juga mengeluarkan seruan khusus guna mendorong pemenuhan imunisasi bagi anak-anak Aparatur Sipil Negara.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2025, capaian imunisasi bayi lengkap secara nasional menyentuh angka 80,2 persen, dengan total sekitar 2,3 juta anak zero dose di Indonesia dan 61 ribu di antaranya berada di Provinsi Aceh. Khusus Kota Banda Aceh, jumlah anak zero dose periode 2021-2025 berhasil ditekan sebesar 4 persen dari 2,6 ribu menjadi 2,5 ribu anak, meski trennya masih berfluktuasi.

Hingga minggu ke-19 tahun 2026, tercatat ada 263 kasus campak di Provinsi Aceh, di mana 24 kasus ditemukan di Kota Banda Aceh. Menyikapi kendala waktu orang tua dan misinformasi efek samping vaksin, kementerian menyiapkan modifikasi waktu pelayanan kesehatan dengan menggeser layanan ke hari Sabtu atau hari libur agar ayah dapat mendampingi keluarga.

"Keberhasilan dari bumi Aceh yang berada di paling barat Indonesia ini akan dicontohkan secara nasional. Kita harus mulai dari kesehatan generasi muda saat ini agar bonus demografi bangsa kita tidak gagal di masa depan," pungkas Dante.

Pemerintah Kota Banda Aceh terus mengedepankan tindakan persuasif serta edukasi tanpa menerapkan sanksi kepada masyarakat. Sosialisasi dioptimalkan lewat sekolah, ceramah keagamaan, serta penguatan pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin di puskesmas sebagai langkah awal edukasi kesehatan keluarga.

Partisipasi publik terhadap program kesehatan dasar ini menunjukkan indikator positif yang terekam dalam aplikasi Sehat Indonesiaku per 20 Mei 2026. Tingkat kehadiran masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis mencapai angka 89,86 persen untuk tingkat Provinsi Aceh atau sebanyak 251.977 kehadiran, dan 95,42 persen untuk Kota Banda Aceh dengan 8.461 kehadiran.

Artikel terkait

Rekomendasi