Kemenkes Siapkan 198 Rumah Sakit Antisipasi Hantavirus Klaster MV Hondius

Kemenkes Siapkan 198 Rumah Sakit Antisipasi Hantavirus Klaster MV Hondius

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memperketat pengawasan kesehatan dengan mengidentifikasi kontak erat klaster hantavirus dari kapal pesiar MV Hondius pada Senin (11/5/2026). Langkah cepat ini dilakukan setelah otoritas menerima notifikasi darurat mengenai potensi penularan hantavirus jenis Andes antarmanusia dari Inggris.

Pemerintah menanggapi serius temuan tersebut dengan menginstruksikan kesiagaan fasilitas kesehatan di berbagai wilayah. Penyiapan infrastruktur medis difokuskan pada penguatan sistem deteksi dini dan pemantauan kasus secara intensif untuk mencegah terjadinya kejadian luar biasa di dalam negeri.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Andi Saguni menyatakan bahwa sebanyak 198 rumah sakit jejaring pengampuan infeksi emerging telah disiapkan, termasuk 21 rumah sakit sentinel di 20 provinsi. Penunjukan fasilitas ini bertujuan untuk memperkuat pemantauan terhadap potensi persebaran virus secara nasional sebagaimana dilansir dari Detik Health.

"Artinya rumah sakit telah disiapkan untuk menjadi rumah sakit yang ditunjuk untuk melakukan pemantauan kasus dan juga untuk mencegah daripada KLB (kejadian luar biasa), dan hal-hal yang terkait dengan sentinel tersebut," ujar Andi Saguni, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Selain fasilitas perawatan, pemerintah juga memastikan ketersediaan perangkat pengujian sampel guna mendukung proses identifikasi virus secara akurat. Distribusi logistik kesehatan terus dipantau untuk menjangkau seluruh titik pemeriksaan yang telah ditetapkan di Indonesia.

"Dan ketersediaan alat PCR, kita sudah menyediakan 221 di seluruh Indonesia. Jumlahnya sudah cukup banyak sebenarnya," sambung Andi Saguni, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Data Kemenkes menunjukkan kesiapan logistik mencakup 3.467 tempat tidur ICU tekanan standar dan 535 unit tekanan negatif. Tersedia pula 3.968 tempat tidur isolasi tekanan standar serta 1.235 unit tekanan negatif, didukung oleh 143.917 alat pelindung diri (APD) cover all dan 2.185 alat swab.

Daftar rumah sakit pengampuan tersebut mencakup fasilitas utama di berbagai daerah, seperti RSPI Prof Dr Sulianti Saroso di Jakarta, RSUP Hasan Sadikin di Bandung, dan RSUD Dr Soetomo di Surabaya. Fasilitas medis ini tersebar mulai dari Sumatera Utara, Jawa, Bali, hingga kawasan Indonesia Timur seperti Papua Barat dan Sulawesi Utara.

Daftar Rumah Sakit Pengampuan PIE di Indonesia
Nama Rumah SakitLokasi
RSUP H Adam MalikMedan, Sumatera Utara
RSUP Dr M DjamilPadang, Sumatera Barat
RSUP Dr M HoesinPalembang, Sumatera Selatan
RSPI Prof Dr Sulianti SarosoJakarta Utara, DKI Jakarta
RSUP Hasan SadikinBandung, Jawa Barat
RSUP Dr SardjitoSleman, DIY
RSUP KariadiSemarang, Jawa Tengah
RSUD Dr SoetomoSurabaya, Jawa Timur
RSUP NgoerahDenpasar, Bali
RSUP dr WahidinSulawesi Selatan
RSUP FatmawatiJakarta Selatan, DKI Jakarta
RSUP PersahabatanJakarta Timur, DKI Jakarta
RSUP KandauManado, Sulawesi Utara

Artikel terkait

Rekomendasi