Kemenkes RI Ungkap Penderita Kolesterol Tinggi di Indonesia Capai 28 Persen

Kemenkes RI Ungkap Penderita Kolesterol Tinggi di Indonesia Capai 28 Persen

Kadar kolesterol tinggi sering kali dijuluki sebagai silent killer karena gejalanya cenderung tidak terlihat pada fase awal. Berdasarkan data dari Kemenkes RI yang dilansir dari Medcom, persentase penderita kolesterol di Indonesia saat ini tergolong sangat tinggi karena menyentuh angka 28 persen dari keseluruhan populasi.

Data tersebut menunjukkan bahwa sekitar 7 dari 10 orang dewasa mengalami kondisi kolesterol tinggi. Fenomena ini sekarang justru didominasi oleh kelompok anak muda dalam rentang usia 15–24 tahun serta masyarakat usia paruh baya.

Tubuh manusia pada dasarnya membutuhkan zat kolesterol untuk mendukung pembentukan membran sel, vitamin D, hingga beberapa jenis hormon. Kendati demikian, penumpukan zat ini yang melebihi batas normal dan tidak terkendali dapat memicu dampak buruk bagi kesehatan fisik.

Kondisi medis ini berpotensi memicu masalah kesehatan yang lebih parah, termasuk penyakit jantung kronis dan stroke. Sayangnya, masyarakat kerap mengabaikan sejumlah tanda awal karena menganggapnya sebagai keluhan kesehatan biasa.

Terdapat beberapa indikasi fisik yang dapat menjadi petunjuk adanya peningkatan kadar kolesterol di dalam tubuh manusia, di antaranya:

1. Rasa Pegal di Area Leher

Keluhan berupa leher kaku atau pegal sering kali diabaikan karena dianggap sebagai dampak dari kelelahan aktivitas harian, seperti menatap layar komputer terlalu lama. Padahal, lonjakan kolesterol berisiko menyumbat pembuluh darah yang kemudian mengganggu kelancaran sirkulasi darah menuju kepala.

2. Nyeri dan Mati Rasa pada Kaki

Rasa nyeri konstan saat berjalan bisa menjadi indikasi adanya penumpukan plak di dalam arteri kaki. Timbulnya plak tersebut menghambat aliran darah kaya oksigen menuju anggota gerak, sehingga memicu sensasi kesemutan, mati rasa, kram, hingga kaki terasa dingin.

3. Nyeri di Bagian Dada

Indikasi ini memerlukan kewaspadaan tinggi karena akumulasi lemak pada pembuluh darah jantung dapat menyumbat aliran darah. Kondisi tersebut menjadi pemicu awal terjadinya serangan jantung atau komplikasi penyakit kardiovaskular lainnya.

4. Sesak Napas

Penumpukan kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL) membuat arteri kecil di jantung menyempit serta kaku. Efeknya, pasokan darah berkurang secara drastis sehingga tubuh menjadi lebih cepat merasa lelah dan mengalami sesak napas.

5. Kemunculan Bintik Kuning pada Kulit (Xanthoma)

Gejala ini ditandai dengan munculnya benjolan atau bintik-bintik kuning bertekstur lunak di bawah kulit akibat pengendapan lemak. Xanthoma umumnya dijumpai pada area sekitar mata, siku, lutut, telapak tangan, serta bagian tendon Achilles.

Berbagai tanda fisik ini tidak melulu merujuk pada kolesterol tinggi semata karena kondisi tersebut sering kali baru terdeteksi saat pasien mengalami situasi darurat medis. Pemeriksaan medis secara berkala ke dokter diperlukan untuk mengonfirmasi hasil lewat tes laboratorium formal.

Artikel terkait

Rekomendasi