Kenali Ciri Penyakit Ginjal yang Terlihat dari Pergelangan Kaki

Kenali Ciri Penyakit Ginjal yang Terlihat dari Pergelangan Kaki

Kondisi penurunan fungsi ginjal ternyata dapat diidentifikasi melalui tanda-tanda yang muncul pada tungkai bawah. Gejala ini sering kali diabaikan atau disalahartikan sebagai tanda kelelahan biasa oleh sebagian orang.

Dikutip dari Detik Health, gangguan pada organ ginjal dapat memicu sejumlah perubahan fisik yang nyata pada area kaki. Gejala-gejala tersebut meliputi pembengkakan, rasa gatal, kram otot, hingga perubahan pada kuku dan warna kulit.

Pembengkakan pada pergelangan kaki, telapak kaki, atau tungkai bawah menjadi salah satu indikasi awal. Kondisi yang dikenal sebagai edema ini terjadi karena ketidakmampuan ginjal membuang kelebihan cairan dan garam.

Ketika fungsi ginjal terganggu, cairan tubuh akan menumpuk dan mengendap di bagian bawah. Selain bengkak, penumpukan sisa limbah dan mineral dalam tubuh juga memicu uremic pruritus atau rasa gatal di bawah kulit kaki.

Masalah lain yang kerap muncul adalah kram otot yang intens pada kaki dan telapak kaki. Kondisi ini dapat terjadi akibat ketidakseimbangan kadar elektrolit seperti kalsium, kalium, dan fosfor dalam darah.

Kram otot pada pasien ginjal juga dapat dipicu oleh dehidrasi atau memburuknya aliran darah ke otot. Gagal ginjal bahkan bisa memicu sensasi kesemutan, nyeri, mati rasa, hingga kelemahan otot kaki.

Penumpukan racun dalam tubuh akibat kerusakan ginjal juga dapat mengubah penampilan fisik. Kulit di area kaki bisa menggelap, sementara kuku menjadi pucat atau memunculkan garis-garis putih melintang.

Pentingnya Deteksi Dini Melalui Pemeriksaan Medis

Penyakit ginjal sering kali tidak memunculkan gejala klinis pada fase-fase awal perkembangan penyakitnya. Hal ini membuat banyak pasien baru menyadari kondisinya setelah memasuki stadium lanjut.

"Stadium awal (1-2) seringkali tanpa gejala (asimtomatik), hanya terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium," kata dr Pringgodigdo, saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi tersebut menekankan pentingnya pemeriksaan kreatinin serum dan urinalisis. Deteksi dini ini sangat disarankan bagi individu dengan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, atau riwayat keluarga.

Pemeriksaan kesehatan rutin setiap 6 hingga 12 bulan direkomendasikan untuk mencegah perkembangan gagal ginjal. Langkah medis ini penting dilakukan guna mendapatkan diagnosis yang akurat dan menghindari salah penanganan.

Artikel terkait

Rekomendasi