Kenali Gejala Penyakit Ginjal Stadium Awal Hingga Lanjut Menurut Ahli

Kenali Gejala Penyakit Ginjal Stadium Awal Hingga Lanjut Menurut Ahli

Ginjal memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan tubuh dengan menyaring cairan berlebih serta limbah beracun dari aliran darah. Namun, fungsi organ ini bisa terganggu akibat kerusakan yang menghambat proses penyaringan tersebut secara optimal.

Penyakit ginjal sering kali tidak menunjukkan tanda-tanda mencolok pada tahap permulaan. Meski begitu, terdapat sejumlah indikator fisik yang mulai muncul seiring dengan berkembangnya kondisi penyakit dari stadium awal menuju tingkat yang lebih parah.

Dikutip dari Detik Health, perubahan pada urine dan kondisi kulit menjadi salah satu cara mendeteksi masalah ginjal sejak dini. Salah satu tanda yang paling umum adalah munculnya busa atau gelembung yang sulit hilang di dalam urine.

Kondisi ini dikenal sebagai proteinuria, yaitu adanya kebocoran protein ke dalam saluran pembuangan. Berbeda dengan urine normal, urine berbusa akibat masalah ginjal memiliki lapisan gelembung kecil yang membutuhkan beberapa kali siraman untuk benar-benar hilang.

Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia, Dr dr Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, menjelaskan bahwa urine berbusa menandakan kadar kebocoran albumin yang cukup tinggi. Selain busa, perubahan warna menjadi kemerahan juga patut diwaspadai sebagai sinyal adanya darah.

"Kalau udah berbusa, berwarna, itu udah tinggi berarti tuh (kadar kebocorannya). Biasanya berwarna kemerahan itu karena ada darah. Darah bisa dari ginjalnya atau dari salurannya. Kalau dari ginjalnya tadi karena peradangannya," kata dr Pringgodigdo.

Pemeriksaan urine menjadi langkah krusial dalam mendeteksi masalah ini, terutama bagi kelompok usia muda. Menurut dr Pringgodigdo, banyak kasus gagal ginjal di usia muda yang bermula dari peradangan ginjal yang tidak terdiagnosis sebelumnya.

"Yang di muda-muda sudah gagal ginjal kebanyakan itu karena penyakit ini peradangan ginjal, karena nggak pernah periksa urine. Bisa diketahuinya hanya dengan pemeriksaan, karena nggak ada gejala," ujar dr Pringgodigdo.

Tanda Fisik Lain yang Perlu Diwaspadai

Selain perubahan pada urine, kulit yang terasa gatal secara terus-menerus bisa menjadi tanda adanya gangguan mineral dan tulang akibat fungsi ginjal yang menurun. Ginjal yang sehat seharusnya mampu menjaga keseimbangan kadar mineral dalam darah secara tepat.

Gejala lainnya adalah nokturia, atau meningkatnya frekuensi buang air kecil di malam hari karena penumpukan cairan. Hal ini sering kali berdampak pada kualitas tidur yang buruk, memicu insomnia, hingga menyebabkan kelelahan kronis pada pengidapnya.

Pembengkakan atau edema pada bagian kaki, pergelangan kaki, tangan, hingga wajah juga sering muncul saat ginjal gagal membuang kelebihan cairan. Selain itu, penderita mungkin merasakan nyeri pada tulang dan sendi karena terganggunya hormon pengatur kesehatan tulang.

Gejala pada Stadium Lanjut

Ketika penyakit memasuki stadium lanjut, gejala yang dirasakan akan menjadi lebih kompleks dan berat. Pengidap mungkin mengalami sesak napas atau dispnea, terutama saat melakukan aktivitas fisik ringan yang biasanya bisa dilakukan dengan mudah.

Beberapa tanda lain pada tahap ini meliputi mual dan muntah, hilangnya nafsu makan secara drastis, hingga perubahan pada indra perasa dan penciuman. Penurunan berat badan yang terjadi tanpa disengaja juga menjadi alarm serius bagi kesehatan ginjal.

Kram otot, mati rasa pada anggota gerak, serta kesulitan berkonsentrasi merupakan dampak dari penumpukan racun dalam tubuh. Masalah komplikasi seperti anemia juga sering menyertai, yang semakin memperburuk rasa lemas dan lelah yang dialami pasien.

Faktor Penyebab Kerusakan Ginjal

Penyakit ginjal biasanya dipicu oleh kondisi medis lain yang memberikan tekanan berlebih pada organ tersebut. Tekanan darah tinggi dan diabetes merupakan dua penyebab utama yang paling sering ditemukan dalam kasus gangguan ginjal kronis.

Selain itu, kolesterol tinggi, infeksi ginjal, serta peradangan seperti glomerulonefritis turut berkontribusi pada kerusakan fungsi organ. Faktor genetik seperti penyakit ginjal polikistik atau adanya penyumbatan akibat batu ginjal juga menjadi risiko yang nyata.

Penggunaan obat-obatan tertentu secara terus-menerus dalam jangka panjang, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), juga dapat merusak ginjal. Sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi medis jika mengalami pembengkakan yang menetap atau rasa lelah yang tidak kunjung hilang.

Artikel terkait

Rekomendasi