Kadar kolesterol dalam darah terbagi menjadi dua kategori utama, yakni high-density lipoprotein (HDL) dan low-density lipoprotein (LDL). Dilansir dari Medcom, HDL berperan sebagai kolesterol baik yang membawa kolesterol dari pembuluh darah kembali ke hati untuk dikeluarkan dari tubuh.
Sebaliknya, LDL mendapat julukan sebagai kolesterol jahat karena memicu penumpukan plak di dinding pembuluh darah. Lonjakan kadar kolesterol ini sering kali dipicu oleh konsumsi daging kambing atau makanan berlemak secara berlebihan, seperti setelah momen Lebaran Iduladha.
Saat kadar kolesterol melampaui batas normal, tubuh sebenarnya memunculkan sejumlah sinyal halus. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari atau bahkan menyepelekan tanda-tanda peringatan tersebut.
Masyarakat diimbau untuk memantau perubahan kondisi tubuh yang bisa menjadi indikasi kenaikan kolesterol. Gejala pertama yang kerap muncul adalah nyeri dada atau sesak napas. Kondisi ini mengindikasikan adanya akumulasi plak pada pembuluh darah jantung, sehingga konsumsi makanan kaya lemak jenuh seperti gorengan dan daging merah harus segera dikurangi.
Tanda kedua berupa sensasi berat atau nyeri pada kaki ketika berjalan. Penumpukan plak di pembuluh darah kaki dapat memicu kram atau nyeri saat beraktivitas yang dikenal sebagai claudication. Jika gejala ini muncul, kebiasaan merokok harus segera dihentikan dan pemeriksaan gula darah perlu dilakukan, khususnya bagi penderita diabetes.
Gejala ketiga adalah kemunculan akumulasi lemak di bawah jaringan kulit atau xanthoma. Kondisi ini ditandai dengan benjolan berwarna kuning yang umumnya tumbuh di area kelopak mata, siku, atau punggung akibat kadar kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah.
Dampak Terhadap Aliran Darah dan Organ Tubuh
Sakit kepala juga menjadi tanda keempat yang perlu diperhatikan. Lonjakan kolesterol memicu penyumbatan plak yang mempersempit pembuluh darah dan menyumbat pasokan darah menuju otak. Akibatnya, otak kekurangan suplai oksigen yang kemudian memicu rasa sakit pada kepala.
Sinyal kelima yang dapat terjadi pada pria adalah gangguan disfungsi ereksi. Penyempitan pembuluh darah akibat sumbatan plak menghambat kelancaran aliran darah ke seluruh bagian tubuh, termasuk organ intim. Hambatan aliran darah pada area tersebut menyebabkan pria mengalami kesulitan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi.