Permintaan lensa progresif di Indonesia mengalami kenaikan signifikan seiring meningkatnya populasi usia produktif yang memasuki fase presbiopia. Keluhan mengenai sulitnya proses adaptasi masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat yang membutuhkan koreksi penglihatan jarak jauh hingga dekat.
Kondisi presbiopia biasanya menyerang masyarakat berusia 40 tahun ke atas berupa penurunan kemampuan melihat objek jarak dekat. Hal ini dilansir dari Lifestyle berdasarkan laporan yang mencatat perlunya integrasi fokus penglihatan yang halus dalam satu lensa.
Dokter spesialis mata Amanda Nur Shinta Pertiwi memberikan penegasan bahwa adopsi teknologi ini belum berjalan optimal akibat faktor ketidaknyamanan. Penentuan kenyamanan tersebut dipengaruhi oleh kualitas desain lensa serta ketepatan dalam pengukuran klinis.
"Banyak pasien datang dengan keluhan tidak nyaman saat menggunakan kacamata progresif. Padahal secara klinis, kenyamanan ditentukan oleh pengukuran yang tepat, kualitas dan desain lensa, serta kesesuaian dengan kebutuhan visual sehari-hari," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (23/4).
Pemeriksaan yang akurat menurut Amanda menjadi kunci agar pengguna bisa melewati masa adaptasi dengan lebih singkat. Ia menekankan pentingnya peran tenaga profesional dalam memberikan konsultasi sebelum konsumen menentukan pilihan produk.
Kualitas desain yang rendah sering kali memicu rasa pusing karena area pandang yang sempit dan transisi antarjarak yang kasar. Hal ini memaksa pengguna untuk terus menyesuaikan posisi kepala saat ingin fokus melihat objek tertentu.
Kebutuhan visual setiap individu juga sangat dipengaruhi oleh pola aktivitas harian. Pekerja digital memerlukan area fokus menengah dan dekat yang luas, sementara aktivitas luar ruangan membutuhkan distribusi fokus yang berbeda secara teknis.
Teknologi tinggi kini memungkinkan pembuatan lensa dengan transisi yang lebih natural dan area pandang luas. Produsen seperti HOYA Vision Care mulai menerapkan pendekatan personalisasi untuk menyesuaikan lensa dengan kebiasaan visual jangka panjang pengguna.
Lapisan atau coating pada lensa turut menentukan kualitas akhir produk dengan fungsi mengurangi pantulan cahaya serta menjaga kejernihan. Edukasi konsumen melalui konsultasi di klinik mata atau optik dianggap sebagai langkah krusial untuk memperbaiki persepsi terhadap penggunaan kacamata progresif.