Kementerian Kesehatan Arab Saudi memastikan kondisi kesehatan jemaah haji secara umum berada dalam keadaan stabil dan meyakinkan tanpa adanya temuan wabah penyakit signifikan selama musim haji akibat sistem layanan kesehatan yang efisien.
Klaim mengenai situasi yang kondusif tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kemenkes Saudi, Abdulaziz Abdulbaqi, melalui konferensi pers sebagaimana dilansir dari Detikcom. Kepatuhan jemaah dalam memakai payung guna menghindari sengatan matahari langsung dilaporkan mencapai 79 persen.
Hingga 10 Zulhijah 1447 H, total fasilitas kesehatan yang telah diberikan kepada para jemaah melampaui 1,2 juta layanan. Data resmi menunjukkan sebanyak 49.900 orang menerima perawatan di pusat kesehatan serta unit darurat.
Instalasi gawat darurat tercatat menangani 41.700 kasus, klinik rawat jalan melayani 14.500 pasien, dan 4.900 kasus harus menjalani perawatan di rumah sakit. Tim medis juga merespons cepat 466 kasus kelelahan akibat cuaca panas melalui sistem layanan lapangan.
Tindakan medis spesifik yang berhasil dilakukan meliputi 29 operasi jantung terbuka, 251 prosedur kateterisasi, serta 337 tindakan bedah lainnya. Di samping itu, pusat layanan terpadu 937 telah menerima lebih dari satu juta panggilan dari masyarakat selama musim haji.
Kemenkes Saudi mengimbau para jemaah untuk secara rutin memeriksa dan merawat kaki selama beraktivitas di Mina guna mengurangi risiko cedera akibat berjalan kaki di tengah cuaca terik. Jemaah disarankan memakai alas kaki yang nyaman serta mengeringkan sela-sela jari kaki dengan menyeluruh.