Trump dan Xi Jinping Sepakati Pembelian Energi Serta Pesawat Boeing

Trump dan Xi Jinping Sepakati Pembelian Energi Serta Pesawat Boeing

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mencapai sejumlah kesepakatan strategis mencakup sektor energi dan kedirgantaraan dalam pertemuan bilateral di Beijing pada Jumat (15/5/2026). Kerja sama ini menandai mencairnya hubungan kedua negara setelah sempat menegang akibat perselisihan tarif dagang.

Dilansir dari Detik Finance, Beijing berkomitmen meningkatkan volume impor energi dari Amerika Serikat guna mengamankan pasokan domestik. Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian pasar energi global yang dipicu oleh konflik di kawasan Iran.

Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa peningkatan pembelian minyak dan gas alam dari AS bertujuan mengurangi ketergantungan Tiongkok pada jalur Selat Hormuz. Jalur tersebut saat ini dinilai berisiko tinggi bagi stabilitas distribusi energi akibat ketegangan di Timur Tengah.

Selain komitmen di sektor migas, Trump mengungkapkan adanya rencana pembelian unit pesawat dalam jumlah besar. Tiongkok diproyeksikan akan memesan sebanyak 200 unit pesawat dari perusahaan manufaktur Boeing dalam waktu dekat.

"Ini baru semacam pernyataan, tapi saya rasa itu adalah sebuah komitmen." kata Trump, dalam wawancara dengan Fox, dikutip Jumat (15/5/2026).

Pemesanan tersebut menjadi salah satu kontrak terbesar Boeing di pasar Tiongkok dalam hampir sepuluh tahun terakhir. Sebelumnya, Beijing lebih cenderung melakukan pengadaan armada dari Airbus akibat memburuknya relasi dagang dengan Washington.

Dalam keterangan lebih lanjut, Trump merinci bahwa teknis pengiriman energi akan melibatkan infrastruktur di beberapa negara bagian AS. Hal ini diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi industri energi Amerika di wilayah selatan dan utara.

"Mereka telah setuju ingin membeli minyak dari Amerika Serikat, mereka akan pergi ke Texas, kita akan mulai mengirim kapal-kapal Tiongkok ke Texas, Louisiana, dan Alaska," kata Trump dalam wawancara yang dilakukan setelah pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping, di Beijing, dikutip dari CNBC.

Meskipun Trump menyebut hasil pembicaraan tersebut sebagai kesepakatan dagang yang sangat positif, dokumen resmi mengenai rincian pembelian minyak belum dipublikasikan secara formal. Pertemuan ini merupakan kunjungan resmi pertama Presiden AS ke Tiongkok dalam kurun waktu hampir sembilan tahun.

Agenda kunjungan diakhiri dengan kegiatan ramah tamah berupa sesi minum teh dan makan siang bersama antara kedua pemimpin negara. Setelah rangkaian acara tersebut, delegasi pejabat Amerika Serikat dijadwalkan langsung bertolak kembali menuju Washington.

Artikel terkait

Rekomendasi