Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja emiten sektor pakan ternak menunjukkan perbaikan pada kuartal I-2026.
Peningkatan permintaan ayam dan day old chick (DOC), harga unggas yang relatif stabil serta efisiensi operasional menjadi penopang pertumbuhan laba sejumlah emiten di sektor ini.
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah dinilai turut membuka peluang peningkatan permintaan protein hewani dalam jangka menengah. Kondisi tersebut membuat sejumlah analis masih optimistis terhadap prospek saham emiten pakan ternak.
Sejumlah analis merekomendasikan saham sektor pakan ternak yang dinilai menarik untuk dicermati pada perdagangan Senin (18/5/2026). Berikut ulasannya:
1. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
Kinerja CPIN pada kuartal I-2026 dinilai melampaui ekspektasi pasar. Emiten ini membukukan laba bersih sebesar Rp 2,63 triliun, naik 15,5% secara year on year (YoY) dan meningkat 16% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan kinerja hampir di seluruh segmen usaha, terutama DOC yang tumbuh 32% YoY, segmen pakan naik 8%, dan ayam broiler meningkat 5%. Mayoritas segmen juga mencatatkan kenaikan margin operasional, kecuali segmen pakan yang sedikit tertekan.
Selain itu, program MBG pemerintah berpotensi menopang permintaan struktural di tengah potensi penurunan harga ayam pasca Lebaran.
Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan volume CPIN diproyeksikan dapat bertahan sekitar 10% sepanjang 2026.
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 6.200
2. PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 17,71 triliun pada kuartal I-2026, naik 23,6% YoY. Di saat yang sama, laba bersih JPFA tumbuh lebih tinggi sebesar 166,9% YoY menjadi Rp 1,82 triliun.
Struktur industri perunggasan kini lebih sehat dibandingkan periode penurunan sebelumnya.
Hal itu tercermin dari permintaan konsumen yang tetap kuat, harga pakan yang lebih stabil serta harga ayam broiler dan DOC yang mulai membaik. Inflasi yang mereda juga dinilai membantu menjaga daya beli masyarakat.
Di sisi lain, harga DOC dan ayam hidup telah pulih dari titik terendah pada pertengahan 2025.
Meski masih berfluktuasi, kondisi tersebut menunjukkan keseimbangan penawaran dan permintaan yang lebih baik sehingga menopang bisnis inti JPFA.
Perusahaan juga menargetkan dapat menggandakan pendapatan dalam lima tahun ke depan dengan pertumbuhan laba bersih sekitar 10%–15% per tahun.
Selain itu, perbaikan operasional melalui efisiensi dan peningkatan konversi pakan diperkirakan dapat memperkuat profitabilitas perusahaan.