PT Sarimelati Kencana Tbk kembali menebar dividen kepada para pemegang sahamnya untuk tahun buku 2025. Emiten pengelola jaringan restoran Pizza Hut di Indonesia dengan kode saham PZZA ini menyetujui total dividen sebesar Rp5 miliar.
Keputusan tersebut resmi diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 29 April 2026. Langkah ini menjadi indikator kuat bahwa kondisi finansial perusahaan mulai stabil setelah tertekan kerugian selama beberapa tahun terakhir.
Dilansir dari Stocksetup, kinerja keuangan perusahaan cepat saji ini memperlihatkan pemulihan yang cukup signifikan sepanjang tahun buku 2025. Pendapatan PZZA tercatat mencapai Rp3,05 triliun atau mengalami kenaikan sekitar 9,1% secara year-on-year (YoY).
Emiten QSR ini juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp24,8 miliar pada 2025. Angka tersebut berbalik positif dari kondisi tahun 2024 yang sempat mencatatkan kerugian hingga Rp72,8 miliar. Sementara itu, EBITDA perusahaan melonjak 30,1% YoY menjadi Rp473,4 billion.
Indikator pemulihan lain terlihat dari margin laba bersih yang mulai positif di level 0,8%. Return on Equity (ROE) juga bergerak ke area positif sekitar 2,4%, dengan pendapatan trailing 12 bulan menyentuh kisaran Rp3,0 triliun.
PZZA mengoperasikan beberapa lini bisnis utama selaku pemegang lisensi resmi Pizza Hut di Indonesia. Bisnis tersebut meliputi restoran dine-in Pizza Hut, layanan pesan antar melalui Pizza Hut Delivery (PHD), serta penjualan menu berbasis pizza, pasta, nasi, hingga hidangan lokal.
Strategi perseroan kini difokuskan pada efisiensi operasional, optimalisasi gerai, dan penguatan layanan delivery. Langkah ini diambil guna merespons perubahan pola konsumsi masyarakat yang dinamis.
Upaya restrukturisasi bisnis dan menjaga profitabilitas ini dikomandoi oleh jajaran manajemen profesional yang berpengalaman di industri ritel makanan.
Struktur Direksi PZZA saat ini dipimpin oleh Boy Ardhitya Lukito, ST selaku Direktur Utama, didampingi Jeo Sasanto dan Budi Setiawan sebagai Direktur. Ketiganya berstatus terafiliasi.
Pada jajaran Dewan Komisaris, Brata Taruna Hardjosubroto menjabat sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen. Posisi Komisaris lainnya ditempati oleh Hadian Iswara dan Stephen James McCarthy yang berstatus non-independen.
Jadwal Pelaksanaan Pembagian Dividen
Proses pembagian dividen tunai PZZA akan mengikuti jadwal resmi pasar modal yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
| No | Tahapan Aksi Korporasi | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|---|
| Cum Dividend (Pasar Reguler dan Negosiasi) | 8 Mei 2026 | Ex Dividend (Pasar Reguler dan Negosiasi) |
| 11 Mei 2026 | Cum Dividend (Pasar Tunai) | 12 Mei 2026 |
| Ex Dividend (Pasar Tunai) | 13 Mei 2026 | Recording Date (Daftar Pemegang Saham yang Berhak) |
| 12 Mei 2026 | Tanggal Pembayaran Dividen Tunai | 3 Juni 2026 |
Perbaikan kinerja emiten pengelola Pizza Hut ini secara keseluruhan didorong oleh langkah efisiensi biaya yang ketat. Peningkatan penjualan serta penerapan strategi bisnis yang adaptif juga menjadi faktor utama kembalinya profitabilitas perusahaan.