PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan lonjakan harga saham sebesar 10,25 persen ke level Rp1.345 per saham pada perdagangan Jumat (22/5/2026) pukul 10.16 WIB. Penguatan emiten Grup Bakrie ini terjadi setelah UOB Kay Hian menilai prospek aset gas perseroan di Blok Bentu masih sangat kuat.
Dilansir dari riset UOB Kay Hian melalui Dow Jones Newswires, aset gas tersebut diuntungkan oleh kontrak penjualan jangka panjang dengan PT PLN (Persero) serta pelanggan industri. Kondisi ini memberikan kepastian permintaan gas bagi perseroan dalam beberapa tahun ke depan.
Efisiensi operasional lapangan Bentu juga terbantu oleh penggunaan infrastruktur bersama dengan lapangan Korinci Baru. Dalam jangka pendek, pengembangan lapangan Central East Napuh dan operasional fasilitas pemisahan kondensat North Segat Deep menjadi katalis positif bagi perseroan.
Seiring prospek cerah tersebut, UOB Kay Hian menaikkan target harga saham ENRG menjadi Rp1.870 dari sebelumnya Rp1.700 per saham. Broker itu juga mempertahankan rekomendasi beli untuk saham perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi migas tersebut.
Sebelumnya, ENRG mengumumkan penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 dengan target dana mencapai Rp500 miliar. Penerbitan tanpa warkat ini ditawarkan pada nilai 100 persen dari nilai pokok yang terbagi dalam tiga seri obligasi.
Seri A ditawarkan sebesar Rp259,5 miliar dengan bunga tetap 7,50 persen per tahun dan tenor 370 hari kerja. Seri B senilai Rp172,4 miliar memiliki tenor tiga tahun dengan bunga tetap 8,75 persen, sementara Seri C sebesar Rp68,1 miliar ditawarkan dengan tenor lima tahun dan bunga 9,25 persen per tahun.
Manajemen perseroan menyatakan seluruh dana hasil emisi obligasi setelah dikurangi biaya akan dialokasikan untuk kebutuhan pendanaan anak usaha dan modal kerja. Sekitar 41,60 persen dana disalurkan sebagai pinjaman kepada EMA untuk melunasi utang pokok ke Bank Mandiri.
Selanjutnya, sebesar 19,25 persen dana dialokasikan kepada ITA untuk membayar sebagian pokok utang kepada Bank Mandiri. Sisa dana lainnya akan digunakan oleh anak usaha sebagai modal kerja operasional dan pengembangan bisnis.
Masa penawaran umum obligasi ini dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei hingga 2 Juni 2027. Proses penjatahan akan dilakukan pada 3 Juni 2027, yang kemudian diikuti dengan distribusi obligasi secara elektronik pada 5 Juni 2027.