Surya Semesta Internusa Kantongi Kontrak Baru Rp894 Miliar pada Kuartal I

Surya Semesta Internusa Kantongi Kontrak Baru Rp894 Miliar pada Kuartal I

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan penguatan performa bisnis secara signifikan pada kuartal I-2026 yang didorong oleh kontribusi masif sektor hospitality dan properti pada Selasa (12/5/2026). Optimalisasi aset lahan di Subang Smartpolitan menjadi salah satu faktor kunci yang memicu RHB Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham perseroan.

Sektor properti perusahaan mencatatkan pertumbuhan sebesar 202 persen menjadi Rp495 miliar yang berasal dari pembukuan akuntansi lahan seluas 21 hektare. Berdasarkan laporan RHB Sekuritas, emiten tersebut masih menyimpan simpanan penjualan lahan atau backlog senilai Rp727 miliar yang setara dengan 46 hektare lahan.

"Backlog penjualan lahan SSIA tercatat sebesar IDR727 miliar, setara 46 ha lahan, dengan sekitar 36ha atau Rp524 miliar telah dibukukan pada April 2026," tulis RHB Sekuritas dalam laporannya.

Lembaga riset tersebut kemudian melakukan peninjauan ulang terhadap data keuangan terbaru perseroan untuk memproyeksi laba di masa depan. Analis memperkirakan tren penguatan ini akan terus berlanjut hingga periode kuartal kedua tahun berjalan.

"Kami merevisi naik proyeksi laba SSIA tahun 2026 sebesar 4% dan memperkirakan kinerja kuat berlanjut pada 2Q26. Revisi ini terutama mencerminkan asumsi ARR yang lebih tinggi untuk segmen hospitality SSIA. Penjualan lahan 36 ha yang dibukukan pada April juga akan mendukung kinerja perusahaan sepanjang sisa FY26," tulis RHB Sekuritas.

Di sisi lain, anak usaha perseroan yakni PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) berhasil mengamankan kontrak baru senilai Rp894 miliar meski aktivitas konstruksi sempat melambat akibat periode Lebaran. Proyek baru tersebut mencakup pembangunan pabrik Pou Chen di Pekalongan dan pengembangan Lampung City Mall Tahap 2.

Sektor hospitality juga memberikan sentimen positif seiring dengan kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 8 persen atau mencapai 3,4 juta orang pada awal tahun. Hal ini didukung oleh pendapatan dari pembukaan kembali hotel Paradisus by Melia Bali pada Februari lalu yang menjaga stabilitas okupansi.

Data dari EmitenNews menunjukkan SSIA memiliki aset strategis berupa tanah untuk pengembangan senilai Rp4,48 triliun yang difokuskan pada proyek Subang Smartpolitan. Kawasan tersebut diposisikan sebagai ekosistem rantai pasok baru yang terintegrasi dengan Tol Trans Jawa dan Pelabuhan Patimban.

Manajemen perusahaan tetap menerapkan disiplin modal dengan menjaga beban utang berbunga pada angka Rp2,35 triliun di tengah akumulasi lahan yang masif. Kondisi keuangan ini menghasilkan rasio utang terhadap ekuitas (DER) sebesar 0,28 kali yang memberikan ruang fleksibilitas untuk pengembangan operasional selanjutnya.

Artikel terkait

Rekomendasi