Kisah Amilludin Affan Rintis Agen BRILink Depok dari Modal Rp 1 Juta

Kisah Amilludin Affan Rintis Agen BRILink Depok dari Modal Rp 1 Juta

Perjalanan panjang dilakoni oleh Amilludin Affan dalam membangun bisnisnya yang kini sukses menjadi Agen BRILink beromzet miliaran rupiah. Usaha bernama Affan Cell yang berlokasi di Jalan Sulaiman, Bedahan, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat tersebut kini mampu mempekerjakan 8 orang pegawai.

Seperti dikutip dari Detik Finance, gerai ini selalu ramai dikunjungi warga yang ingin membeli pulsa, melakukan servis ponsel, hingga bertransaksi perbankan. Guna memberikan kenyamanan bagi para pelanggan yang mengantre, Affan sampai menyediakan kursi tunggu di depan tokonya.

Sebelum meraih kesuksesan, Affan mengaku telah melewati berbagai rintangan dalam dunia usaha. Setelah lulus sekolah dan kesulitan mendapatkan pekerjaan resmi, ia sempat bekerja serabutan demi menyambung hidup.

Ia pernah menjadi penjual kopi keliling hingga menjadi kuli panggul barang berat. Pengalaman terakhirnya sebelum membuka usaha mandiri adalah menjadi operator di sebuah konter pulsa di kawasan Pancoran Mas, Kota Depok.

"Waktu udah lulus sekolah, saya udah lamar kerja di mana-mana nggak ada yang keterima. (Akhirnya) Saya sama temen jualan kopi keliling, itu pertama. Kedua, saya juga pernah kerja di Agus Bako Sebagai kulit panggul juga pernah," kenang Affan.

Selama satu tahun menjadi operator, Affan mempelajari seluruh seluk-beluk dan manajemen bisnis penjualan pulsa. Pengalaman berharga ini menjadi modal utama dan pemantik rasa percaya dirinya untuk merintis bisnis konter sendiri pada tahun 2011.

"Kerja di situ setahun sebagai operator agen pulsa. Voucher semua ada di toko itu, jadi dari sana saya tahu ilmunya dan paham 'dapurnya'. Akhirnya saya coba buka usaha dengan modal sendiri," ungkapnya.

Modal Awal Sebesar Rp 1 Juta

Pada masa awal merintis, bisnis Affan tidak langsung besar dan ia harus mengelola semuanya sendiri tanpa bantuan karyawan. Ia memulai usaha tersebut dengan modal Rp 1 juta, menggunakan etalase kaca sepanjang 1 meter, dan memanfaatkan teras rumah orang tuanya.

"Etalase cuma 1 meter, kecil banget. Modalnya cuma sekitar Rp 1 juta di tahun 2011 itu," jelasnya.

Keuntungan tipis sebesar Rp 1.000 dari setiap transaksi pulsa ia tabung dengan tekun untuk membesarkan bisnis. Tiga tahun kemudian, usahanya menunjukkan pertumbuhan positif sehingga ia memberanikan diri pindah ke ruko di Jalan Sulaiman pada tahun 2014.

Saat pindah ke ruko tersebut, Affan mulai mempekerjakan dua orang pegawai yang diambil dari warga sekitar atau kerabat dekat yang membutuhkan pekerjaan.

"(Tahun) 2014 itu karyawannya dulu cuma dua orang, dan saya (sendiri) masih ikut menjaga toko dari pagi sampai malam," ungkapnya.

Mengalami Kerugian Akibat Penipuan

Perjalanan bisnis Affan tidak selalu mulus karena ia juga sempat menjadi korban penipuan hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Kejadian pada tahun 2015 tersebut sempat menggoyang kondisi keuangan usahanya.

Kerugian terjadi karena investasi pada perangkat server pulsa yang dibelinya ternyata tidak bertahan lama dan ketinggalan zaman.

"Kita beli alatnya total Rp 25 juta waktu itu 2015 baru saya buka di sini. Saya beli mesinnya total Rp 25 juta itu bertahan cuman 3 bulan, akhirnya waktu itu mesinnya belum (upgrade) masih ketinggalan zaman," jelasnya.

Namun, Affan memilih menjadikan pengalaman pahit tersebut sebagai momentum untuk berbenah dan menerapkan strategi bisnis yang lebih matang. Kini usaha tersebut berkembang pesat dan memiliki 8 karyawan yang dibagi menjadi dua giliran kerja.

"Sekarang total karyawan sudah ada 8 orang," ungkapnya.

Agen BRILink Jadi Penopang Utama

Keputusan Affan untuk bergabung menjadi Agen BRILink membawa dampak besar terhadap pendapatan usahanya. Layanan perbankan ini sekarang menyumbang sekitar 50% dari total pendapatan operasional Affan Cell.

"Namanya usaha kan tidak tentu, kadang naik dan turun. Tapi kalau sekarang posisinya sudah stabil, sekitar 50 persen pendapatan toko disumbang dari AgenBRILink," tuturnya.

Setelah konsisten selama 7 tahun, ia berhasil menaikkan status keagenannya menjadi tingkatan Juragan. Volume transaksi di gerainya kini mencapai 4.000 transaksi per bulan dengan perputaran uang berkisar antara Rp 2 hingga Rp 3 miliar.

"Ya kurang lebih Rp 2-3 miliar uang yang berputar. Jadi uang masuk dan keluar bersilangan, ada yang transfer dan ada juga yang menarik tunai," ungkapnya.

Dari setiap transaksi di bawah Rp 2 juta, Affan menarik biaya admin sebesar Rp 5.000, sedangkan untuk nominal di atasnya akan disesuaikan. Selain itu, ia juga mendapatkan komisi bagi hasil sekitar Rp 1.500 dari BRI untuk setiap transaksi yang berhasil.

"Adminnya Rp 5 ribu per transaksi (untuk nominal) di bawah Rp 2 juta. (Kalau transaksinya) Rp 3 juta, Rp 8 juta, dan seterusnya, ada penyesuaian tarif admin lagi," ungkapnya.

Menjadi Solusi Transaksi bagi Warga

Kehadiran Agen BRILink di toko Affan diminati warga karena lokasinya yang strategis dan dapat menghindarkan pelanggan dari kemacetan serta biaya parkir di supermarket atau ATM.

"Jadi memang memudahkan orang buat transaksi, tarik tunai maupun transfer. Jadi orang kan berpikir, walaupun di sini ada biaya adminnya, nggak terlalu berpengaruh banget daripada ke bank yang membuang waktu, kena macet, belum lagi bayar parkirnya. Kalau dihitung-hitung jadinya sama saja," tuturnya.

Kemudahan ini dirasakan langsung oleh Anton, seorang pekerja bangunan di wilayah sekitar, yang merasa terbantu saat ingin mengirimkan upah tunainya ke kampung halaman tanpa harus mengorbankan banyak waktu kerja.

"(Agen BRILink) ya mempermudah saya. Bisa kirim uang ke kampung (halaman dengan cepat), (lokasinya) deket, dan nggak macet," kata Anton.

Selain itu, Anton menyukai fleksibilitas penarikan uang tunai di Agen BRILink yang tidak membatasi jumlah penarikan pada kelipatan tertentu seperti di mesin ATM.

"Keunggulannya di sini kalau narik uang nggak mesti Rp 50 ribu. (Ambil) Rp 20 ribu pun bisa dilayani," jelasnya.

Sokongan BRI Terhadap Ekonomi Kerakyatan

Dalam kesempatan terpisah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan layanan keuangan melalui jaringan Agen BRILink di seluruh penjuru negeri.

Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa keberadaan agen-agen ini berfungsi mendekatkan akses perbankan ke masyarakat serta bertindak sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.

"Agen BRILink menjadi salah satu andalan BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat di berbagai wilayah. Jaringan ini menghadirkan layanan yang mudah diakses oleh masyarakat dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Peran tersebut menempatkan BRILink Agen sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," ungkapnya.

Berdasarkan data internal BRI hingga akhir Maret 2026, jumlah kemitraan ini telah menembus lebih dari 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa, atau mencakup lebih dari 80% dari total wilayah desa di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi