Kisah Bambang Margono: Dari Mindring hingga Jadi Agen BRILink Terbaik

Kisah Bambang Margono: Dari Mindring hingga Jadi Agen BRILink Terbaik

Bambang Margono, pria 63 tahun asal Klaten, barangkali tidak menyangka dengan kehidupannya yang sekarang. Dulu, dirinya berkeliling sebagai mindring dari desa ke desa untuk mendapatkan penghasilan, tetapi kini hanya perlu duduk manis di rumah.

Bambang memulai lika-liku mencari nafkah keluarga dengan menjadi mindring, menjual barang seperti perabotan rumah hingga baju ke berbagai desa di Klaten, Jawa Tengah. Ia menyediakan barang yang bisa dibeli secara tunai atau cicilan. Namun, berkembangnya waktu, Bambang mampu mengontrak toko sederhana di Desa Tanjungsari untuk berjualan baju.

Keputusan itu pun membawa peluang baru. Pada 2013, dirinya mendapatkan tawaran dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI untuk menjadi agen BRILink. Tentu saat itu, nama BRILink belum sefamiliar sekarang karena masih baru. Namun, Bambang berani mengambil peluang untuk menjadi agen. Jalan awalnya pun terjal, dirinya sampai harus door to door hingga mengutangi dahulu untuk mendapatkan konsumen.

Membangun Kepercayaan dari Nol

"Buka BRILink, mulai merintis tahun 2013. Tapi dulu masih belum direnovasi seperti ini, dulu masih ngontrak. Awalnya ditawari dari BRI, ada program baru, kalau mau bisa didaftarkan, lalu saya bersedia," kata Bambang, Agen BRILink.

Strategi menjemput bola dilakukan Bambang demi memperkenalkan layanan perbankan yang saat itu masih asing bagi tetangganya. Ia menawarkan kemudahan pembayaran kebutuhan sehari-hari langsung ke rumah warga.

"Awal-awal merintisnya agak susah juga. Soalnya saya masuk ke kampung-kampung, saya tawari seperti untuk bayar listrik. Kadang saya bayarin dulu, nanti diganti, dan lama-lama berkembang kepercayaannya," ujar Bambang, Agen BRILink.

Bambang mengakui dalam menjalankan agen BRILink, kepercayaan menjadi kunci utama. Konsumennya sekarang bahkan tak takut meninggalkan ATM dan pin kepada beliau ketika transaksi.

"Lima hari yang lalu ada yang ambil banyak. ATM umumkan kan paling banyak 5jt, saya ambil Rp100 juta, saya gesekin selama dua hari," ujar Bambang, Agen BRILink.

Untuk mengelola transaksi besar tersebut, Bambang menerapkan prosedur yang ketat demi menjaga keamanan dana nasabah sekaligus reputasi usahanya.

"Jadi, ATM-nya di sini, sama pin-nya dititipkan. Tapi sebelum itu ya saya cek dulu isinya ini, nanti tahu uang awalnya segini," ujar Bambang, Agen BRILink.

Puncak Prestasi di Masa Pandemi

Dengan modal kepercayaan, Bambang pernah membuat agen BRILink yang dirinya kelola menjadi yang terbaik di Klaten pada 2021, karena mencatatkan transaksi tertinggi. Dirinya pun sempat mendapatkan penghargaan juga dari BRI dan perusahaan asuransi karena pencapaian tersebut.

"Pernah jadi agen nomor satu se-Klaten, banyak sendiri, terbanyak transaksi pada 2021 saat Corona. Per bulan fee-nya dapat Rp8 juta dari BRI," kata Bambang, Agen BRILink.

Untuk sekarang, Bambang mengakui ada sedikit penurunan karena ada agen-agen lain yang sudah buka di sekitarnya. Namun, catatan transaksi per hari masih terbilang tinggi, yakni sekitar 70 transaksi.

"Sekarang banyak saingan, sedikit menurun. Tapi alhamdulillah masih ramai. Sekarang transaksi sekitar 70, dulu bisa 100 lebih," kata Bambang, Agen BRILink.

Meskipun jumlah transaksi tidak sebanyak masa pandemi, perputaran uang di loket milik Bambang tetap stabil setiap harinya.

"Transaksi sama, kebanyakan tarik dan setor tunai. Imbang, keluar masuknya sama. Perputarannya imbang," kata Bambang, Agen BRILink.

Transformasi Ekonomi dan Masa Depan Anak

Berkat usaha BRILink, Bambang dengan usia yang sudah kepala enam mampu memiliki penghasilan tetap dari rumah. Tanpa perlu ke desa-desa seperti dulu. Dengan rata-rata transaksi 70 per hari, dirinya bisa mendapatkan penghasilan minimal sekitar Rp6 juta dari akad, belum lagi tambahan bagi hasil dari bank.

Oleh karena itu, toko sederhana yang dulu disewa kini telah dibeli, kemudian direnovasi menjadi lebih baik dan bertingkat. Bambang juga sudah membeli tiga tanah untuk investasi.

"Alhamdulillah punya pemasukan. Toko ini dulu ngontrak, waktu masih pertama jadi agen BRILink. Sekarang toko sudah jadi milik sendiri dan renovasi seperti sekarang," kata Bambang, Agen BRILink.

Keberhasilan finansial ini juga tercermin dari peningkatan aset pribadi yang ia miliki sekarang dibandingkan saat masih menjadi pedagang keliling.

"Tiap hari bisa megang uang, bisa beli tanah, sudah tiga kali. Motor yang dulunya tidak baru yang bisa beli baru. Mudah-mudahan ya semakin maju usahanya," kata Bambang, Agen BRILink.

Tidak hanya itu, Bambang juga berhasil mendukung masa depan anak-anaknya yang ingin bekerja di luar negeri. Dua anaknya kini sudah bekerja di Jepang dan satu lagi sedang persiapan ke Korea Selatan. Sugeng Priyanto, Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) BRI Cabang Klaten, yang menemani Bambang sejak 2018 turut bangga dengan pencapaian tersebut.

"Dulu Pak Bambang merintisnya dari mindring, pakai motor itu kalau cerita. Terus beliau nyewa tempat di sini, jualan pakaian dan lain-lain," kata Sugeng Priyanto, PPBK BRI Cabang Klaten.

Sugeng melihat langsung bagaimana kegigihan Bambang membuahkan hasil yang luar biasa bagi kesejahteraan keluarga besarnya.

"Akhirnya jadi BRILink, malah sekarang bisa beli tokonya itu, sekalian dijadikan tingkat. Dua anaknya dikirim kerja di Jepang, satu lagi mau ke Korea Selatan," kata Sugeng Priyanto, PPBK BRI Cabang Klaten.

Artikel terkait

Rekomendasi