Kisah Irine Yandri Sandrika Bangun Sop Buah Viral Beromzet Miliaran

Kisah Irine Yandri Sandrika Bangun Sop Buah Viral Beromzet Miliaran

Keberhasilan membangun usaha kuliner berskala besar kini dapat dicapai melalui konsistensi dan kecerdasan dalam memanfaatkan teknologi digital. Langkah strategis ini dibuktikan oleh Irine Yandri Sandrika, seorang pengusaha perempuan asal Gresik, Jawa Timur.

Seperti dikutip dari Suara, Irine sukses mengembangkan bisnis kuliner viral yang dikenal dengan merek Sop Buah Irine. Mengandalkan strategi promosi kreatif di platform TikTok, usahanya kini menarik perhatian luas dari para pencinta kuliner.

Melalui akun TikTok @sopbuahirine, bisnis lokal ini mampu menjual lebih dari 4.000 gelas sop buah setiap hari. Selain menu utama tersebut, gerai miliknya juga menyediakan variasi produk lain seperti salad buah segar dan aneka bakaran makanan beku.

Inovasi yang dijalankan secara konsisten membuat bisnis kuliner ini sukses meraup omzet hingga satu miliar rupiah per bulan. Padahal, Irine merintis seluruh pencapaian besar tersebut dari bawah dengan latar belakang pendidikan lulusan sekolah menengah pertama.

Sebelum meraih kesuksesan di dunia digital, Irine sempat menjalani profesi sebagai pedagang kopi keliling di kawasan lampu merah. Pengalaman masa lalu tersebut diakui menjadi bagian dari perjuangan panjangnya yang penuh tantangan.

"Saya dulu sempat jualan kopi bungkus di dekat lampu merah. Kemudian juga jualan es dengan mengirim ke rumah pelanggan atau pemesan," ungkap Irine.

Transformasi bisnisnya dimulai ketika ia memberanikan diri untuk merintis usaha penjualan sop buah segar secara mandiri.

"Saya memulai bermain media sosial di Facebook untuk mempromosikan dagangan saya yaitu sop buah. Berjalannya waktu semakin dikenal orang dan saya memutuskan buka lapak sop buah di pinggir jalan dengan tempat seadanya," kenang Irine.

Konsistensi Konten Digital Sejak 2018

Di tengah kesibukan melayani pembeli di lapak yang sederhana, ibu tiga anak ini tetap meluangkan waktu untuk memproduksi konten digital. Sejak tahun 2018, ia secara konsisten mendokumentasikan aktivitas kesehariannya dalam berbisnis untuk diunggah ke dunia maya.

"Sekitar tahun 2018 mencoba bikin konten keseharian berjualan di sosial media yaitu tiktok dan Instagram, tidak disangka konten - konten saya FYP dan banyak dikenal orang karena setiap kegiatan pekerjaan saya post di konten," ujarnya.

Popularitas konten digital tersebut berdampak signifikan pada lonjakan jumlah pelanggan yang datang ke gerai fisiknya. Kendati sempat mengalami penurunan omzet yang drastis akibat dampak pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu, Irine memilih untuk memperluas lini bisnisnya hingga membuka warung nasi Padang.

Langkah berani tersebut membuahkan hasil positif pada tahun 2023, di mana usahanya berkembang hingga mampu mempekerjakan lebih dari 90 karyawan. Saat ini, jangkauan pasar produk dari bisnis yang ia rintis telah meluas ke berbagai kota besar.

Artikel terkait

Rekomendasi