Kisah Mantan TKI Asal Lampung Sukses Bangun Jaringan Bisnis Mini ATM

Kisah Mantan TKI Asal Lampung Sukses Bangun Jaringan Bisnis Mini ATM

Pengalaman menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan menjadi modal berharga bagi Eko Cahyono. Pria asal Kabupaten Mesuji, Lampung ini berhasil menciptakan peluang ekonomi baru di kampung halamannya melalui bisnis jaringan mini ATM.

Seperti dikutip dari Suara, Eko kini berhasil mengelola delapan outlet mini ATM yang tersebar di wilayahnya. Usaha ini dirintis setelah ia pulang dari luar negeri, yang awalnya dimulai dari toko bangunan sederhana hingga toko perabot rumah tangga.

Melihat tingginya kebutuhan masyarakat akan akses transaksi keuangan yang dekat, Eko memutuskan membuka layanan mini ATM. Langkah ini sempat menemui kendala operasional sebelum akhirnya ia beralih menggunakan layanan BukuAgen pada 2024.

Peralihan ke platform digital BukuAgen menjadi titik balik penting bagi bisnis Eko. Layanan yang responsif membantu mempermudah penanganan gangguan mesin di lapangan melalui koordinasi cepat dengan tim penjualan.

"Kalau ada masalah, cukup WhatsApp ke tim sales dan langsung ada solusi. Pendapatannya juga jauh lebih baik," ujar Eko.

Sejak bergabung, usaha Eko tumbuh dari empat outlet menjadi delapan outlet yang didukung oleh 10 mesin EDC BukuAgen. Jaringan bisnis ini mencatatkan total 18.806 transaksi sepanjang periode Januari 2025 hingga Januari 2026.

Rata-rata transaksi harian di seluruh outlet mencapai 50 hingga 60 transaksi. Aktivitas operasional berlangsung setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 20.00 WIB untuk melayani penarikan tunai, transfer uang, dan pembayaran tagihan masyarakat Mesuji.

Penghargaan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal

Pencapaian volume transaksi tersebut mengantarkan Eko meraih penghargaan Agen Juara wilayah Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi. Penghargaan ini diberikan dalam ajang Laskar Agen Juara Roadshow 2026 di Palembang.

Meski meraih prestasi, Eko menyatakan bahwa nilai terbesar dari usahanya adalah kemampuan menyerap tenaga kerja lokal. Saat ini, ia mempekerjakan delapan warga dari desa tempat outletnya beroperasi, termasuk dua orang lulusan sarjana.

"Saya senang bisa membuka lapangan kerja baru. Melihat berita tentang sulitnya mencari kerja sekarang, saya bangga kalau usaha ini bisa membantu warga sekitar mendapatkan pekerjaan," katanya.

Director of Sales (Merchant Success & Retail) BukuWarung, Adi Harlim, memberikan apresiasi terhadap dampak sosial yang dihasilkan oleh jaringan bisnis Eko di tingkat komunitas.

"Ketika merchant berkembang, mereka tidak hanya meningkatkan usahanya sendiri, tetapi juga membuka peluang kerja dan menggerakkan ekonomi di komunitasnya. Kami ingin memberdayakan ekosistem yang sudah berjalan agar dapat tumbuh lebih jauh dan mempercepat perputaran ekonomi di tingkat komunitas," ujarnya.

Bisnis mini ATM ini kini menjadi alternatif layanan perbankan yang praktis bagi warga Mesuji tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota. Eko berharap keberhasilan ini dapat memberikan dampak jangka panjang yang konsisten bagi lingkungan sekitar.

"Harapan saya, suatu saat nanti anak-anak saya bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya, bukan hanya sekadar memiliki pendidikan tinggi," tutupnya.

Artikel terkait

Rekomendasi