Edi Utomo, seorang pemuda berusia 26 tahun, harus menghadapi kondisi gagal ginjal kronis stadium 5 yang didiagnosis sejak tahun 2019. Penyakit yang dialaminya ini memaksanya menjalani prosedur cuci darah secara rutin sebanyak dua kali dalam seminggu, sebagaimana dilansir dari Detik Health.
Hingga saat ini, total frekuensi tindakan medis tersebut diperkirakan telah mencapai hampir 700 kali. Kondisi fisik Edi kini menjadi jauh lebih terbatas dibandingkan sebelumnya akibat penurunan fungsi organ vital tersebut.
"Gejala yang dirasakan sekarang mungkin gampang capek aja. Cuci darah seminggu 2 kali. Total udah hampir 700 kali," ungkap Edi.
Kondisi medis ini bermula dari masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkendali. Edi menduga faktor pemicu utamanya adalah pola makan buruk sejak kecil, di mana ia sering mengonsumsi mi instan setiap hari, terkadang lebih dari satu bungkus.
Selain rutin melakukan cuci darah, ia harus bergantung pada konsumsi obat-obatan untuk menjaga stabilitas kondisi tubuhnya sehari-hari.
"Untuk obat sekarang minum obat hipertensi dan obat pendukung kalo ada keluhan. Sama vitamin yang dibutuhkan kayak untuk nambah hemoglobin (Hb), albumin, sama buat mengikat fosfor, dan vitamin B12," katanya.
Pria ini sekarang menghadapi berbagai batasan ketat dalam asupan nutrisi untuk menjaga kesehatannya. Edi dilarang mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan kalium, fosfor, purin, kolesterol, dan natrium, termasuk menghindari daging, susu, kacang-kacangan, serta produk olahan kemasan.
Ia juga menyebutkan adanya pembatasan aktivitas fisik tertentu guna melindungi akses pembuluh darah yang digunakan untuk proses cuci darah.
"Untuk aktivitas nggak boleh angkat-angkat berat di lengan yang ada ciminonya (akses pembuluh darah untuk cuci darah)," tandas Edi.