Seorang perempuan asal Bekasi, Jawa Barat, bernama Siti Zahro (23) didiagnosis mengidap kista ovarium yang diduga dipicu oleh kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat hampir setiap hari. Kasus ini viral setelah ia mengunggah kondisi perutnya yang membesar akibat kista tersebut melalui akun media sosial TikTok.
Dilansir dari Detik Health, kista ovarium merupakan kantung berisi cairan, darah, atau jaringan lain yang tumbuh di dalam ovarium dan sering menyerang wanita usia produktif. Dalam kasus Siti Zahro, kebiasaan mengonsumsi seblak, bakso, serta camilan asin dan pedas setiap malam menjadi faktor pemicu utama gangguan kesehatan tersebut.
Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya asupan makanan ultra proses atau Ultra Processed Food (UPF) yang mengandung natrium, lemak jenuh, dan kalori tinggi namun minim nutrisi. Konsumsi UPF secara berlebihan dapat mengganggu metabolisme tubuh dan keseimbangan hormon yang krusial bagi sistem reproduksi wanita.
Berdasarkan laporan penelitian dalam Journal of Women's Health tahun 2024, konsumsi makanan ultra proses pada wanita usia reproduksi memiliki keterkaitan erat dengan memburuknya kondisi metabolik. Gangguan fungsi ovarium dan hormon reproduksi menjadi dampak nyata dari pola makan yang tidak seimbang ini.
Meskipun rasa pedas sering dituding sebagai penyebab utama, fakta medis menunjukkan belum ada penelitian yang membuktikan makanan pedas secara langsung menyebabkan kista. Risiko kista lebih berkaitan dengan kandungan minyak, penyedap, dan lemak trans pada makanan olahan yang memicu penumpukan lemak visceral.
Lemak tubuh yang berlebih berperan dalam produksi hormon estrogen secara tidak terkendali sehingga mengganggu fungsi ovarium. Selain itu, asupan natrium yang tinggi juga memicu peradangan ringan kronis serta resistensi insulin di dalam tubuh wanita.
Tenaga kesehatan menyarankan agar konsumsi makanan seperti seblak dibatasi dan diimbangi dengan asupan sayur, buah, serta protein yang cukup. Pemeriksaan medis segera dianjurkan apabila muncul gejala seperti nyeri perut berulang, perubahan siklus haid, atau pembesaran area perut secara tidak wajar.