Koelnmesse Dirikan Perusahaan Patungan PT Nine Koeln Indonesia

Koelnmesse Dirikan Perusahaan Patungan PT Nine Koeln Indonesia

Sektor pameran dagang di dalam negeri resmi kedatangan pemain besar asal Eropa. Koelnmesse, pengelola area pameran seluas 400.000 meter persegi di Jerman, menjalin kemitraan strategis dengan AMARA Expo atau PT Amara Pameran Internasional, seperti dikutip dari Kompas.

Kedua korporasi tersebut mendirikan perusahaan patungan yang diberi nama PT Nine Koeln Indonesia. Langkah ini diambil untuk merespons proyeksi pertumbuhan industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) nasional yang diperkirakan melonjak 15 persen tahun ini.

Di balik potensi pertumbuhan tersebut, industri ini masih menghadapi tantangan klasik. Ketersediaan ruang pameran berskala internasional di Indonesia saat ini dinilai masih sangat terbatas.

Managing Director PT Nine Koeln Indonesia, Etty Anggraeni, menjelaskan bahwa kolaborasi ini mengusung misi besar untuk mendongkrak kualitas pameran B2B domestik agar mampu bersaing di kancah global.

"Kolaborasi ini mengambil langkah signifikan dalam menghadirkan platform berkualitas tinggi dan menciptakan peluang bagi pelaku bisnis Indonesia untuk terhubung secara global," ujar Etty.

Indonesia memikat pasar global sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan PDB yang stabil di angka 5 persen. Data Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) mencatat perputaran uang di industri MICE nasional telah menembus puluhan triliun rupiah per tahun sebelum dekade ini.

Sektor MICE memiliki dampak ekonomi berganda yang menggerakkan industri perhotelan, transportasi, hingga logistik berat. Namun, fasilitas ruang pameran berstandar internasional yang ada masih mengalami ketimpangan pasokan.

Area pameran skala masif saat ini hanya bertumpu pada dua fasilitas utama di wilayah metropolitan Jakarta. Fasilitas tersebut adalah Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD dan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, yang masing-masing memiliki kapasitas sekitar 50.000 meter persegi.

Kapasitas gabungan kedua tempat tersebut bahkan belum mencapai sepertiga dari total luas satu kompleks pameran milik Koelnmesse di KΓΆln yang mencapai 400.000 meter persegi. Kondisi ini membuat promotor internasional harus memesan tempat satu tahun sebelum acara dimulai.

Kepadatan Jadwal Pameran pada September 2026

Keterbatasan ruang pameran memicu penumpukan jadwal pameran dagang pada bulan-bulan tertentu. PT Nine Koeln Indonesia menjadwalkan empat pameran internasional berskala besar untuk berjalan secara simultan pada bulan September 2026.

Rangkaian agenda tersebut meliputi edisi ke-2 interzum jakarta pada 24–27 September, International Hardware Fair Indonesia pada 24–27 September, IFFINA+ powered by IMM Cologne* pada 24–27 September, serta IFMAC WOODMAC yang berlangsung pada 23–26 September.

Managing Director sekaligus Presiden Regional APAC Koelnmesse, Mathias Kuepper, menyebut situasi pasar lokal menuntut korporasi global untuk memadukan portofolio internasional dengan keahlian lokal secara jeli.

"Pendirian PT Nine Koeln Indonesia memperkuat komitmen jangka panjang kami dan memungkinkan kami untuk semakin menghubungkan portofolio global dengan pasar Indonesia yang dinamis ini," kata Mathias.

Kolaborasi ini mengombinasikan jaringan 49.000 eksibitor global milik Koelnmesse dengan penguasaan pasar lokal dari AMARA Expo yang diproyeksikan menarik ribuan pembeli internasional. Lonjakan volume alat berat, logistik furnitur, dan prototipe manufaktur dipastikan menguji kesiapan infrastruktur MICE yang tersedia saat ini.

Kehadiran investor pameran kelas dunia seperti Koelnmesse berpotensi mempercepat kejenuhan ruang pameran nasional jika tidak dibarengi percepatan pembangunan pusat konvensi baru berskala megaproyek di kota satelit atau ibu kota baru.

Artikel terkait

Rekomendasi