Kondisi Rambut Ungkap Enam Masalah Kesehatan Tubuh

Kondisi Rambut Ungkap Enam Masalah Kesehatan Tubuh

Masalah rambut sering kali menjadi perhatian besar, terutama bagi wanita. Perubahan pada rambut ternyata bisa menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan lain di dalam tubuh.

Penelitian menunjukkan bahwa tampilan, tekstur, hingga ketebalan rambut dapat menjadi petunjuk awal kondisi medis seseorang, seperti dilansir dari Wolipop.

Folikel rambut akan menghasilkan lebih sedikit pigmen seiring bertambahnya usia, sehingga rambut memutih. Selain usia, stres oksidatif akibat kerusakan DNA rambut juga mempercepat munculnya uban.

Paradi Mirmirani, dokter kulit di Permanente Medical Group, Vallejo, California, menjelaskan bahwa stres oksidatif sangat memengaruhi sel-sel penghasil pigmen. Faktor genetik juga turut memicu kondisi ini.

2. Rambut Rapuh Menandakan Sindrom Cushing

Sindrom Cushing adalah kondisi langka akibat kelebihan hormon kortisol atau hormon stres utama. Gejalanya meliputi rambut rapuh, mudah rontok, tekanan darah tinggi, tubuh mudah memar, dan lelah.

"Sakit pada punggung juga salah satu tanda sindrom ini," kata Dr. Mirmirani.

Penanganan sindrom ini dilakukan dengan penyesuaian dosis obat. Jika penyebabnya tumor ganas, pasien membutuhkan tindakan pembedahan, kemoterapi, atau terapi radiasi.

3. Rambut Menipis Akibat Gangguan Tiroid

Penyakit hipotiroidisme atau kondisi saat kelenjar tiroid kurang menghasilkan hormon dapat meningkatkan kerontokan rambut. Gangguan ini juga mengubah tampilan serta tekstur rambut.

Gejala lain hipotiroidisme meliputi nyeri leher, kulit kering kekuningan, kenaikan berat badan, sakit tenggorokan, lidah membesar, serta lambatnya ucapan dan gerakan.

Diagnosis penyakit ini dilakukan melalui tes Thyroid Stimulating Hormone (TSH) sebelum dokter menentukan pengobatan yang tepat.

4. Kerontokan Rambut dan Anemia

Kerontokan rambut yang melebihi batas wajar saat disisir atau di kamar mandi bisa menjadi tanda anemia. Kondisi kekurangan zat besi ini harus dipastikan lewat pemeriksaan medis.

Tes darah sangat dianjurkan bagi wanita yang mengalami menstruasi berat atau menjalani pola makan vegetarian karena berisiko tinggi mengalami anemia.

"Mungkin reaksi biologi dan kimia tersebut termasuk juga pertumbuhan rambut," kata Rebecca Baxt, dokter kulit di Paramus, New Jersey.

"Konsumsi suplemen dan makanan yang kaya akan zat besi bisa membantu mengatasi kerontokan rambut," tambah dr. Baxt.

Selain itu, fluktuasi kadar estrogen setelah melahirkan atau akibat konsumsi pil KB juga dapat memicu kerontokan.

5. Kekurangan Protein Memicu Penipisan Rambut

Protein adalah nutrisi krusial untuk pertumbuhan rambut. Kekurangan asupan protein dapat memengaruhi ketebalan rambut dan menyebabkan penipisan.

Dr. Mirmirani menjelaskan bahwa kekurangan protein dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan seperti greek yogurt tanpa lemak, kacang lentil, telur, dan salmon liar.

Pasien dengan gangguan pencernaan atau yang baru menjalani operasi bypass lambung wajib berkonsultasi dengan dokter karena kondisi tersebut memengaruhi penyerapan protein.

6. Serpihan Ketombe dan Masalah Kulit Kepala

Kemunculan serpihan putih atau kuning di rambut, bahu, atau alis menandakan ketombe. Kondisi kronis yang tidak serius ini bisa diatasi dengan sampo antiketombe.

Penyebab utamanya adalah dermatitis seboroik yang ditandai bercak kulit berminyak, bersisik, ruam, dan gatal. Ketombe juga dipicu jamur Malassezia, kulit kering, eksim, psoriasis, atau sensitivitas produk perawatan.

Artikel terkait

Rekomendasi