Konsistensi Jadwal Tidur Lansia Lebih Penting daripada Bangun Pagi

Konsistensi Jadwal Tidur Lansia Lebih Penting daripada Bangun Pagi

Para pakar kesehatan menekankan pentingnya menjaga ritme tidur yang teratur bagi kelompok lanjut usia (lansia) guna menjaga keseimbangan biologis tubuh, Sabtu (9/5/2026). Pola tidur yang konsisten dinilai jauh lebih krusial dibandingkan memaksakan diri untuk bangun lebih pagi demi alasan kesehatan semata.

Dilansir dari Lifestyle, perubahan sistem biologis sering kali membuat lansia lebih mudah terbangun pada dini hari atau memiliki durasi tidur yang lebih pendek. Dokter spesialis kesehatan tidur, Dr. Christopher Winter, menjelaskan bahwa tubuh manusia sebenarnya lebih membutuhkan stabilitas jadwal dibandingkan perubahan waktu tidur yang tidak menentu.

"Saya mendorong lansia, terutama yang sudah pensiun, untuk memiliki waktu bangun yang konsisten setiap hari," jelas Dr. Christopher Winter.

Penetapan jam bangun yang tetap bertujuan untuk menjaga stabilitas ritme sirkadian, yakni jam biologis internal yang mengatur fase mengantuk dan segar pada tubuh. Menurut Dr. Winter, ketidakaturan jadwal tidur justru akan mempersulit proses penyesuaian tubuh yang berdampak pada penurunan energi dan konsentrasi.

"Saya tidak terlalu peduli jika seseorang bangun lebih siang, selama ia memiliki waktu bangun yang tetap dan sesuai kebutuhan tubuhnya," kata Dr. Christopher Winter.

Kualitas istirahat pada usia tua juga dipengaruhi oleh berkurangnya fase tidur dalam yang berfungsi untuk pemulihan fisik dan otak. Kondisi ini membuat tidur menjadi lebih ringan sehingga lansia menjadi lebih sensitif terhadap gangguan di sekitarnya saat malam hari.

"Kita kehilangan fase tidur gelombang lambat atau tidur dalam saat bertambah tua," kata Dr. Christopher Winter.

Sementara itu, dokter spesialis behavioral sleep medicine, Dr. Jade Wu, berpendapat bahwa kebutuhan istirahat setiap individu bersifat unik dan tidak bisa disamaratakan. Penentuan jadwal bangun harus mempertimbangkan tingkat aktivitas fisik serta beban stres yang dialami masing-masing lansia.

"Kadang bangun terlalu pagi berarti seseorang tidak mendapat kesempatan tidur yang cukup, tetapi kadang juga tidak demikian," tutur Dr. Jade Wu.

Dr. Wu menambahkan bahwa setiap orang memiliki kronotipe atau kecenderungan alami untuk aktif pada waktu tertentu. Lansia yang secara alami aktif di malam hari sebaiknya tidak memaksakan diri bangun pagi jika tubuhnya masih memerlukan waktu untuk beristirahat.

"Jika kamu memang secara alami seorang morning person, bangun pagi cocok untuk kamu. Namun jika tubuh cenderung aktif lebih malam, biarkan diri kamu tidur sesuai kebutuhan," ujar Dr. Jade Wu.

Faktor usia memang secara alamiah menggeser kronotipe seseorang menjadi lebih pagi, di mana rasa kantuk muncul lebih cepat saat malam hari. Pemahaman terhadap pola alami ini sangat membantu para lansia dalam menentukan jadwal tidur yang paling nyaman bagi kesehatan mereka secara keseluruhan.

"Kronotipe kita cenderung bergeser menjadi lebih pagi seiring bertambahnya usia," ungkap Dr. Jade Wu.

Artikel terkait

Rekomendasi