Kram di Luar Menstruasi Bisa Jadi Tanda Kehamilan

Kram di Luar Menstruasi Bisa Jadi Tanda Kehamilan

Rasa nyeri atau kram di area panggul sering kali diidentikkan dengan tanda bahwa siklus menstruasi akan segera tiba. Namun, kemunculan sensasi tidak nyaman ini ternyata bisa terjadi di luar periode haid dan dipicu oleh berbagai faktor lain.

Dilansir dari Medcom, kondisi kram tersebut dapat berkaitan dengan masa awal kehamilan atau menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan tertentu dalam tubuh wanita.

Anisha Farishta, MD, seorang dokter kandungan dan kebidanan yang berafiliasi dengan Sugarland Women's Care, menjelaskan bahwa rasa mulas atau kram tidak selalu menjadi sinyal datangnya datang bulan.

"Kram juga bisa terjadi pada kehamilan awal."

Munculnya rasa nyeri ini pada umumnya dipicu oleh proses perubahan alami yang sedang berlangsung di dalam tubuh perempuan.

"Gejala ini biasanya disebabkan oleh rahim yang meregang dan tumbuh saat tubuh kamu mempersiapkan diri untuk kedatangan bayi kamu," tambah Anisha Farishta, MD.

Walaupun begitu, membedakan antara kram akibat menstruasi dan kram karena awal masa kehamilan cenderung sulit jika hanya mengandalkan gejalanya saja. Penggunaan alat tes kehamilan menjadi langkah paling akurat guna memastikan pemicu utama dari rasa tidak nyaman tersebut.

Suzy Lipinski, MD, seorang dokter kandungan dan ginekolog di Pediatrix Medical Group dalam Parents, turut memberikan pandangannya mengenai efektivitas alat uji tersebut.

"Tes kehamilan saat ini sangat akurat, bahkan sebelum menstruasi terlambat," ujar Suzy Lipinski, MD.

Di samping faktor mengandung, penyakit endometriosis juga patut diwaspadai sebagai pemicu utama kram yang muncul tanpa disertai datang bulan. Gangguan ini terjadi saat jaringan yang menyerupai lapisan dinding rahim justru tumbuh di area luar rahim, misalnya pada bagian usus atau ovarium.

Endometriosis dikenal sebagai pemicu rasa sakit yang hebat ketika haid, tetapi keluhan nyeri ini juga dapat timbul pada waktu-waktu lainnya. Wanita yang menderita kondisi ini berisiko mengalami nyeri panggul jangka panjang, sakit pada punggung bawah, masalah pencernaan, hingga rasa nyeri saat melakukan hubungan intim.Selain itu, Infeksi Saluran Kemih (ISK) menjadi faktor lain yang kerap menimbulkan sensasi kram pada perut bagian bawah atau punggung bawah. ISK umumnya memicu rasa sakit seperti tertekan yang disertai dengan sensasi panas ketika buang air kecil, demam, perubahan warna urine menjadi berdarah, serta meningkatnya frekuensi berkemih. Gangguan infeksi ini membutuhkan penanganan medis berupa antibiotik dan tidak boleh disepelekan.

Secara umum, sebagian besar kasus kram yang muncul tanpa diikuti menstruasi memang tidak tergolong berbahaya. Meski demikian, Suzy Lipinski, MD mengingatkan batas kondisi yang perlu diwaspadai.

"Kram tanpa haid menjadi alasan untuk khawatir jika kramnya parah dan mengganggu aktivitas normal."

Apabila rasa nyeri tersebut datang bersamaan dengan pendarahan yang tidak teratur, gejala diare berat, ataupun temuan bercak darah pada urine dan tinja, maka pemeriksaan ke dokter sangat disarankan.

Langkah utama yang harus dilakukan adalah dengan selalu memperhatikan setiap sinyal dan perubahan yang ditunjukkan oleh tubuh. Kram yang muncul sesekali mungkin merupakan hal yang wajar, namun rasa sakit yang terasa tidak biasa, semakin memburuk, atau menetap dalam waktu lama tidak boleh diabaikan.

Artikel terkait

Rekomendasi