Pakar Ungkap Kriteria Sepatu Jalan Kaki yang Tepat untuk Cegah Cedera Lutut

Pakar Ungkap Kriteria Sepatu Jalan Kaki yang Tepat untuk Cegah Cedera Lutut

Banyak masyarakat menganggap seluruh jenis sepatu olahraga memiliki fungsi yang sama. Hal ini memicu kebiasaan keliru berupa penggunaan sepatu lari berperforma tinggi untuk aktivitas berjalan kaki jarak jauh.

Padahal, kesalahan dalam menentukan alas kaki berpotensi memicu cedera, rasa pegal, serta ketidaknyamanan. Informasi yang dikutip dari Suara menyebutkan bahwa ketepatan memilih sepatu sangat memengaruhi kesehatan sendi kaki.

Pakar alas kaki sekaligus dokter umum, dr. Jason CP, MBBS, menerangkan bahwa kenyamanan persendian merupakan indikator paling utama dalam menentukan kualitas alas kaki.

"Faktor utama yang dipertimbangkan dalam memilih sepatu jalan kaki adalah dengkul (lutut), karena bagian itu yang paling gampang pegal kalau dipakai jalan jauh dan commuting, bukan untuk lari," jelas dr. Jason.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa struktur kaki setiap individu bersifat sangat unik. Kondisi tersebut membuat aturan mengenai tingkat kemiringan atau drop sepatu tidak bisa disamaratakan.

"Kalau dipakai jalan harus sepatu yang empuk. Tapi tipikal empuknya bukan yang membal, melainkan yang bikin dengkulnya tidak sakit, ototnya tidak capek, dan mampu mendukung untuk jalan jauh," imbuhnya.

Perbedaan Karakteristik Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki

Secara struktur dasar, sepatu lari diproduksi khusus guna menunjang kecepatan serta memberikan dorongan ke arah depan. Penggunaan sepatu lari performa tinggi untuk berjalan lambat justru memaksa otot kaki bekerja lebih keras dalam menjaga keseimbangan.

Kondisi otot yang dipaksa bekerja ekstra tersebut pada akhirnya dapat memicu risiko cedera. Saat ini, beberapa produsen telah menyediakan opsi sepatu hybrid yang memadukan kenyamanan olahraga dan kebutuhan harian.

Terdapat tiga rekomendasi alas kaki yang dinilai tepat guna menunjang aktivitas berjalan kaki tanpa mengorbankan kesehatan lutut.

1. Hoka Transport GTX

Alas kaki ini mengusung konsep hybrid modern dengan desain fungsional yang tangguh untuk area perkotaan. Produk ini dilengkapi lapisan membran GORE-TEX Invisible Fit yang memberikan fitur tahan air sekaligus menjaga sirkulasi udara.

Kemudahan penggunaan didukung oleh sistem tali quick-toggle. Sektor kenyamanan ditopang oleh kombinasi midsole busa EVA dan teknologi Meta-Rocker yang menjaga kelancaran transisi langkah kaki.

"Sepatu ini contoh sepatu hybrid yang dipakai jalan oke, dipakai lari juga oke," kata dr. Jason.

Produk ini dipasarkan dengan harga resmi Rp3.299.000.

2. Asics Gel-Nimbus 27

Meskipun sejatinya dirancang sebagai sepatu lari jarak jauh, seri ini memiliki tingkat keempukan yang sangat tinggi sehingga optimal untuk berjalan kaki. Teknologi PureGEL™ pada tumit berfungsi meredam benturan saat mendarat.

Langkah kaki didukung oleh bantalan FF BLAST™ PLUS ECO yang responsif serta ramah lingkungan. Bagian telapak kaki juga dimanjakan dengan kehadiran sockliner OrthoLite™ X-55.

"Gel-Nimbus (seri apapun, baik 25, 26, maupun 27) sebenarnya sepatu lari, tapi DNA-nya bisa dan nyaman banget dibikin untuk jalan," terang dokter spesialis sport science dan medicine itu.

3. New Balance 1080

Seri ini menawarkan titik keseimbangan yang stabil antara durabilitas performa dan kenyamanan harian. Teknologi bantalan inovatif di dalamnya mampu memberikan perlindungan maksimal pada permukaan jalan yang tidak rata.

Tampilan luar sepatu ini cenderung elegan dan kasual, sehingga fleksibel dipadukan dengan pakaian kerja maupun busana olahraga.

"Ini malah lebih enak dipakai jalan dibandingin buat lari. Contoh sepatu tepat guna. Didesain untuk lari, tapi juga nyaman buat jalan. Cocok untuk kerja atau commute, daripada pakai supershoes," tutur dr. Jason.

Artikel terkait

Rekomendasi