Kunjungan Bos Perusahaan Amerika Serikat ke China Minim Kesepakatan

Kunjungan Bos Perusahaan Amerika Serikat ke China Minim Kesepakatan

Lawatan sejumlah pimpinan perusahaan besar Amerika Serikat ke Beijing mendampingi Presiden Donald Trump belum menghasilkan banyak kesepakatan bisnis konkret. Kunjungan ini lebih banyak dimanfaatkan sebagai upaya membangun kembali komunikasi di tengah persaingan ketat antara kedua negara, sebagaimana dilansir dari Internasional.

Para petinggi dari perusahaan raksasa seperti Tesla, Nvidia, Apple, Meta, Boeing, Cargill, hingga Goldman Sachs turut hadir dalam delegasi tersebut. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya pasar China bagi korporasi Amerika Serikat meskipun saat ini dibayangi oleh berbagai konflik dagang dan pembatasan teknologi.

Pendiri Hutong Research, Feng Chucheng, berpendapat bahwa pihak berwenang di Beijing tidak menitikberatkan pertemuan tersebut pada perolehan nilai bisnis semata. Prioritas utama Pemerintah China saat ini adalah menjaga kestabilan hubungan bilateral agar tidak mengalami penurunan lebih lanjut.

"Tujuan utamanya mencari titik aman hubungan kedua negara dan mencegah eskalasi yang tidak terkendali," ujar Feng Chucheng, Pendiri Hutong Research.

Pelaku usaha tetap menaruh harapan agar pertemuan langsung ini bisa memberikan kepastian mengenai regulasi serta akses pasar di ekonomi terbesar kedua dunia tersebut. Sebagai salah satu hasil nyata, terdapat rencana pembelian 200 unit pesawat Boeing, walau angka ini masih di bawah ekspektasi pasar.

Di sektor teknologi tinggi, pencapaian yang diharapkan juga belum memuaskan karena belum adanya izin penjualan chip AI H200 milik Nvidia ke pasar lokal China. Jensen Huang selaku CEO Nvidia yang ikut bergabung dalam perjalanan ini memberikan pernyataan singkat terkait kunjungannya.

"Saya mencintai China dan menikmati kunjungan ini," kata Jensen Huang, CEO Nvidia.

Minimnya "hadiah politik" dari China dan tetap kuatnya tekanan Washington di sektor teknologi strategis membuat pertemuan ini lebih condong pada pembentukan suasana positif. Direktur China The Asia Group, Han Shen Lin, memperingatkan adanya dampak bagi dinamika hubungan kedua negara jika hasil nyata tidak segera tercapai.

"Jika Trump tidak mendapat cukup kemenangan untuk dibawa pulang, ada risiko pendekatan yang lebih keras terhadap China kembali menguat," ujar Han Shen Lin, Direktur China The Asia Group.

Artikel terkait

Rekomendasi