PT Bank Jago Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 276 miliar, melesat 115% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya senilai Rp 129 miliar.
Kenaikan laba ini sejalan dengan penguatan total aset yang mencapai Rp 36,5 triliun pada akhir Desember 2025. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 28% dari total aset tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 28,5 triliun.
Dilansir dari Detik Finance, pencapaian positif ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Jago Tbk. Selain mengesahkan laporan tahunan, rapat juga menetapkan struktur kepengurusan dewan direksi dan komisaris periode 2026-2029.
Bank Jago melaporkan jumlah nasabah telah mencapai 18,2 juta orang hingga pengujung 2025. Dari angka tersebut, sebanyak 14,2 juta merupakan pengguna aktif Aplikasi Jago yang memanfaatkan layanan funding.
Pertumbuhan basis pengguna ini berdampak langsung pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Bank berkode saham ARTO ini berhasil mengumpulkan DPK sebesar Rp 25,9 triliun, meningkat 38% dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah Rp 18,8 triliun.
Sisi penyaluran kredit juga mengalami kenaikan serupa dengan pertumbuhan 38%. Total kredit yang disalurkan Bank Jago menyentuh angka Rp 24,3 triliun, naik dari posisi tahun sebelumnya di angka Rp 17,7 triliun.
"Kami mengapresiasi seluruh nasabah, mitra, dan stakeholders Bank Jago lainnya atas kepercayaan dan kolaborasi selama ini. Pencapaian 2025 terus memotivasi kami untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam menyediakan produk dan layanan keuangan yang dapat meningkatkan kehidupan jutaan nasabah di Indonesia," ujar Direktur Utama Bank Jago Arief Harris dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).
Dalam RUPST tersebut, Nicholas Tan resmi diangkat sebagai Direktur Perseroan untuk masa jabatan 2026-2029. Nicholas sebelumnya menjabat sebagai Head of Retail Banking Business di bank tersebut sejak Januari 2025.
Nicholas merupakan lulusan Brown University dan memegang gelar doktor dari University of Cambridge. Ia memiliki rekam jejak panjang di industri teknologi finansial, termasuk pengalaman di OneConnect Financial Technology Singapura.
"Nicholas akan berperan lebih besar untuk menumbuhkan bisnis ritel Bank Jago ke fase pertumbuhan berikutnya. Kami percaya kehadiran Nicholas dapat memperkuat kepemimpinan Bank Jago di industri perbankan digital nasional," tutur Arief.
Penetapan jajaran direksi baru ini diharapkan mampu menjaga konsistensi inovasi Bank Jago sebagai bank berbasis teknologi. Fokus utama tetap pada kolaborasi dengan ekosistem digital untuk mendorong pertumbuhan berkualitas secara berkelanjutan.