PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif pada awal tahun ini. Emiten perbankan plat merah tersebut berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,63 triliun pada kuartal I/2026.
Pencapaian tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 13,77% secara tahunan (year-on-year/yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp13,74 triliun. Dilansir dari Finansial, pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya laba operasional perusahaan.
Laba operasional BRI tercatat meningkat 13,84% yoy menjadi Rp20,06 triliun. Sementara itu, posisi laba sebelum pajak mengalami kenaikan 14,97% yoy hingga menyentuh angka Rp19,99 triliun pada akhir Maret 2026.
Dikutip dari Finansial, pendapatan bunga konsolidasian BRI tumbuh 5,95% yoy menjadi Rp52,84 triliun. Menariknya, perseroan berhasil menekan beban bunga sebesar 9,28% yoy menjadi Rp12,68 triliun dari posisi sebelumnya Rp13,99 triliun.
Kondisi ini membuat pendapatan bunga bersih meningkat signifikan sebesar 11,90% yoy menjadi Rp40,16 triliun. Kontribusi pendapatan berbasis komisi atau fee based income juga berada di tren positif dengan raihan Rp5,51 triliun.
Selain itu, pendapatan lainnya melonjak tajam sebesar 120,37% yoy menjadi Rp38,12 triliun. Namun, kenaikan ini dibarengi dengan peningkatan beban tenaga kerja sebesar 9,52% yoy dan beban promosi yang naik 23,23% yoy.
Kualitas Aset dan Penyaluran Kredit
Dari sisi manajemen risiko, BRI mengalokasikan beban penurunan nilai (impairment) sebesar Rp12,11 triliun. Angka ini meningkat 7,42% yoy dibandingkan periode kuartal pertama tahun sebelumnya sebesar Rp11,27 triliun.
Meskipun beban operasional lainnya mencatatkan rugi Rp20,38 triliun, laba bersih periode berjalan tetap solid di angka Rp15,63 triliun. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 13,73% yoy menjadi Rp15,49 triliun.
Pertumbuhan laba ini juga meningkatkan nilai laba per saham (earnings per share) BRI menjadi Rp103 per saham. Angka tersebut naik dari posisi Rp90 per saham pada kuartal I/2025.
Ekspansi Aset dan Penghimpunan Dana
Total aset konsolidasian BRI per 31 Maret 2026 menembus angka Rp2.249,83 triliun. Posisi ini mengalami peningkatan dibandingkan total aset pada akhir tahun 2025 yang sebesar Rp2.135,37 triliun.
Dalam fungsi intermediasi, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp1.497,27 triliun. Sementara dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp1.555,13 triliun.
Komposisi DPK tersebut didominasi oleh dana murah (CASA) yang terdiri dari giro Rp452,87 triliun dan tabungan Rp605,75 triliun. Sementara itu, porsi deposito tercatat sebesar Rp496,51 triliun.
| Komponen Keuangan | Nilai (Triliun Rupiah) |
|---|---|
| 2.249,83 | 1.497,27 |
| 1.555,13 | 452,87 |
| 605,75 | 496,51 |
Untuk menjaga likuiditas, perseroan menempatkan dana sebesar Rp72,75 triliun pada Bank Indonesia dan Rp76,41 triliun pada bank lain. Portofolio surat berharga yang dimiliki BRI mencapai Rp408,40 triliun pada akhir periode tersebut.