Laba Bersih Elnusa Naik Menjadi Rp 189 Miliar pada Kuartal I 2026

Laba Bersih Elnusa Naik Menjadi Rp 189 Miliar pada Kuartal I 2026

PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 1,56% secara tahunan menjadi Rp 189,56 miliar pada kuartal I-2026. Capaian positif ini diraih di tengah penurunan pendapatan anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut sebesar 2,95% menjadi Rp 3,62 triliun, dikutip dari Investasi.

Direktur Elnusa, Andri, menegaskan bahwa perusahaan terus berkomitmen menyediakan layanan terintegrasi dari hulu hingga hilir demi menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Penegasan tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi pada Rabu (13/5) sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem energi di Indonesia.

Pendorong utama kinerja positif emiten berkode saham ELSA ini berasal dari segmen penjualan barang dan jasa distribusi serta logistik energi yang tumbuh pesat. Hingga akhir Maret 2026, volume throughput jasa transportasi bahan bakar mengalami kenaikan sebesar 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Realisasi transportasi energi tercatat mencapai 7 juta kiloliter, sementara pengelolaan depot BBM menyentuh angka 965.000 kiloliter. Selain itu, pengelolaan LPG tercatat sebanyak 31.000 ton serta penjualan BBM industri maritim dan pelumas mencapai 52.000 kiloliter, ditambah distribusi bahan kimia sebanyak 31.550 drum.

Di sektor jasa hulu migas terintegrasi, operasional perusahaan tetap stabil melalui kegiatan survei seismik 3D seluas 47,08 kilometer persegi dan survei 2D sepanjang 4,16 kilometer. Layanan sumur melalui well testing menjadi aktivitas dominan dengan penanganan pada 2.578 sumur, disusul wireline logging sebanyak 327 sumur.

Kegiatan hulu lainnya mencakup operasional modular rig pada 2 sumur serta layanan teknis lainnya seperti cementing dan hydraulic workover unit. Strategi pertumbuhan jangka panjang juga ditempuh melalui diversifikasi usaha dan ekspansi internasional, termasuk proyek trading OCTG di Aljazair oleh anak usaha Elnusa Fabrikasi Konstruksi.

Sektor jasa penunjang migas menunjukkan utilisasi aset yang tinggi mencapai 95% dengan pengelolaan sebanyak 186 kontrak berjalan. Perusahaan juga mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital guna memperkuat kapabilitas operasional serta meningkatkan efisiensi belanja operasi.

Pada lini marine support, operasional diklaim berjalan efisien dengan tingkat non-productive time yang sangat minim sebesar 0,02%. Keberhasilan ini didukung oleh pengoperasian rata-rata 65 unit kapal serta pelaksanaan 18 proyek berbasis non-asset guna menunjang produktivitas.

Analisis dan Prospek Saham ELSA

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai prospek Elnusa masih sangat menjanjikan untuk kuartal-kuartal mendatang. Kemampuan perusahaan dalam menjaga efisiensi operasional selama tiga bulan pertama tahun 2026 menjadi bukti fundamental yang kuat, ujar Nafan pada Jumat (15/5).

Dinamika aktivitas hulu migas yang diperkirakan meningkat pada pertengahan tahun ini akan menjadi sentimen positif bagi ELSA. Menurut Nafan, komitmen Pertamina Group dalam memacu produksi minyak dan gas nasional memberikan dampak langsung yang menguntungkan bagi kinerja perusahaan penyedia jasa migas ini.

"Komitmen Pertamina Group dalam meningkatkan produksi migas akan berdampak positif bagi ELSA," ujar dia.

Tingginya permintaan energi domestik seperti BBM dan LPG juga diprediksi terus menyokong segmen distribusi energi perusahaan. Nafan menyarankan agar Elnusa tetap fokus pada optimalisasi armada distribusi dan penguatan digitalisasi agar alokasi pengeluaran operasional menjadi lebih tepat sasaran.

Berdasarkan analisis tersebut, Nafan memberikan rekomendasi beli untuk saham ELSA dengan target harga pada level Rp 770 per saham. Sebagai informasi, pada perdagangan Rabu (13/5), harga saham ELSA ditutup terkoreksi 2,10% menuju posisi Rp 700 per lembar saham.

Artikel terkait

Rekomendasi