PT Indosat Tbk. (ISAT) mencatatkan performa keuangan yang positif pada pembukaan tahun 2026 dengan perolehan laba bersih mencapai Rp1,49 triliun. Dilansir dari Market, pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 13,75% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat senilai Rp1,31 triliun.
Kenaikan laba bersih tersebut berdampak langsung pada laba per saham perseroan yang meningkat menjadi Rp46,24 dari sebelumnya Rp40,65. Pertumbuhan laba ini ditopang oleh ekspansi pendapatan bersih yang mencapai Rp15,22 triliun, atau naik 12,10% secara tahunan (YoY).
Sektor seluler masih menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan dengan kontribusi sebesar Rp12,7 triliun. Sementara itu, segmen multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) menyumbang Rp2,3 triliun, diikuti oleh layanan komunikasi tetap sebesar Rp212,83 miliar.
Di sisi pengeluaran, beban pokok perseroan pada kuartal I/2026 tercatat sebesar Rp12,20 triliun, meningkat 13,11% dari tahun sebelumnya. Meski demikian, Indosat tetap berhasil mengamankan laba sebelum pajak penghasilan senilai Rp1,92 triliun.
Manajemen Indosat melaporkan penguatan signifikan pada sisi likuiditas perusahaan dengan saldo kas dan setara kas yang melonjak 30% menjadi Rp5,56 triliun. Total aset perusahaan hingga akhir Maret 2026 berada di angka Rp122,10 triliun, tumbuh 2,93% secara year to date.
Kenaikan aset ini diiringi dengan pertumbuhan ekuitas sebesar 3,87% menjadi Rp41,03 triliun. Di sisi lain, total liabilitas tercatat sebesar Rp81,06 triliun, mengalami kenaikan moderat sebesar 2,46% jika dibandingkan dengan posisi kuartal I/2025.
Dinamika Pelanggan dan Optimalisasi ARPU
Meskipun jumlah pelanggan prabayar berkurang 2 juta menjadi 92 juta pengguna, Indosat berhasil meningkatkan rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU). ARPU prabayar naik 14,84% menjadi Rp44.100, yang kemudian mendorong ARPU gabungan ke angka Rp45.200 atau naik 15,3% secara tahunan.
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menilai fenomena ini sebagai indikasi peningkatan kualitas pelanggan dan strategi monetisasi yang lebih optimal. Trafik data juga terpantau tumbuh pesat sebesar 25,1% secara tahunan.
"Kinerja awal tahun yang solid ini menggambarkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi dan memberikan nilai yang nyata bagi pelanggan," kata Vikram dikutip Jumat (1/5/2026).
Guna menjaga momentum pertumbuhan, Indosat terus melakukan ekspansi jaringan 5G serta mengintegrasikan kapabilitas berbasis AI untuk layanan yang personal. Perusahaan juga merespons kebutuhan pasar internet rumah melalui layanan HiFi Air serta memperkuat sistem keamanan digital pelanggan.