PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) melaporkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif pada awal tahun ini. Emiten yang bergerak di sektor otomotif tersebut berhasil membukukan laba bersih senilai Rp 173 miliar sepanjang kuartal pertama tahun 2026.
Dilansir dari Suara, pencapaian laba bersih ini mengalami kenaikan sebesar 8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan profitabilitas ini sejalan dengan total pendapatan perseroan yang menyentuh angka Rp 4 triliun dalam tiga bulan pertama.
Peningkatan laba kotor juga tercatat sebesar 3 persen menjadi Rp 365 miliar. Hal ini diikuti dengan perbaikan margin laba kotor yang kini berada di posisi 9,1 persen, meningkat dari angka 8,5 persen pada tahun lalu.
Grup CFO MPMX, Beatrice Kartika, memberikan penjelasan mengenai situasi pasar yang dihadapi perusahaan saat ini. Menurutnya, tantangan perlambatan ekonomi masih cukup terasa memberikan pengaruh pada dinamika sektor otomotif di Indonesia.
"Meski demikian, fokus Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas, berhasil mendorong efisiensi operasional, memperkuat profitabilitas, serta menerapkan disiplin dalam pengelolaan risiko, khususnya pada segmen pembiayaan. Kami optimis MPMX dapat terus menjaga ketahanan kinerja secara berkelanjutan," ujar Beatrice Kartika.
Pada segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMulia menunjukkan performa operasional yang bervariasi. Meski volume distribusi motor turun 5 persen, namun pendapatan dari sektor purna jual justru tumbuh 4 persen secara tahunan.
Sektor ritel juga mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 3 persen. Secara keseluruhan, pendapatan bersih segmen ini terkoreksi 3 persen menjadi Rp 3.797 miliar, namun laba kotornya justru naik 2 persen menjadi Rp 321 miliar dengan margin yang lebih sehat di angka 8,5 persen.
Performa sektor asuransi melalui MPMInsurance mengalami penurunan pendapatan 17 persen menjadi Rp 204 miliar. Penurunan ini dipicu oleh rendahnya kontribusi dari lini kendaraan bermotor serta properti selama periode berjalan.
Walaupun pendapatan turun, hasil layanan asuransi meningkat 10 persen menjadi Rp 44 miliar berkat efisiensi biaya pendapatan yang turun 22 persen. Selain itu, hasil investasi perusahaan tumbuh signifikan 34 persen menjadi Rp 12 miliar.
Sektor penyewaan kendaraan melalui MPMRent mencatatkan pendapatan Rp 368 miliar, atau turun 4 persen. Namun, efisiensi harga pokok penjualan mendorong laba kotor naik 9 persen menjadi Rp 83 miliar dengan margin yang melonjak ke posisi 22,6 persen.
Terakhir, pada lini pembiayaan, JACCS MPMFinance Indonesia mengalami penurunan pendapatan sebesar 43 persen secara tahunan. Strategi ini diambil secara sengaja oleh perseroan untuk lebih selektif dalam menjaga kualitas aset perusahaan.
Melalui kebijakan tersebut, beban operasional berhasil dipangkas hingga 40 persen menjadi Rp 160 miliar. Dampak positifnya, rugi bersih pada segmen pembiayaan berhasil ditekan sebesar 23 persen menjadi Rp 38 miliar.