PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) melaporkan pertumbuhan performa keuangan yang signifikan pada awal tahun 2026. Emiten properti milik Sugianto Kusuma atau Aguan ini mencatatkan kenaikan laba bersih yang sangat tajam.
Dilansir dari Market, laba bersih perseroan meroket hingga 1.066 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). PANI meraup Rp578,33 miliar pada kuartal I/2026, jauh melampaui raihan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp49,57 miliar.
Kenaikan laba tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan pendapatan yang mencapai Rp1,1 triliun, atau meningkat 82 persen YoY. Pencapaian ini diklaim sebagai hasil dari strategi monetisasi kawasan yang semakin efektif di wilayah PIK2.
Penyerahan kaveling tanah komersial di Central Business District (CBD) PIK2 menjadi motor utama pendapatan perusahaan. Permintaan terhadap lokasi strategis ini meningkat seiring munculnya pusat aktivitas ekonomi baru di kawasan tersebut.
Masuknya investor strategis serta pelaku usaha besar turut memperkuat serapan lahan komersial untuk kebutuhan ekspansi jangka panjang. Hal ini menjadi indikator tingginya kepercayaan pasar terhadap prospek kawasan pesisir tersebut.
Selain kaveling komersial, sektor residensial juga memberikan kontribusi penting melalui serah terima unit di berbagai proyek. Beberapa di antaranya meliputi Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, Manhattan Residences, hingga Pantai Bukit Villa.
Ekosistem kawasan semakin terintegrasi dengan dukungan produk komersial lainnya seperti SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, dan Rukan Marina Bay. Diversifikasi produk ini memperkuat struktur pendapatan perseroan dari berbagai lini properti.
Kekuatan Fundamental dan Land Bank PANI
Dari sisi profitabilitas, PANI mengalami ekspansi margin yang cukup lebar. Penjualan kaveling komersial yang memiliki margin tinggi memberikan dampak positif pada keseluruhan model bisnis pengembangan kawasan skala besar milik perusahaan.
Secara fundamental, posisi keuangan PANI didukung oleh total aset yang mencapai kisaran Rp50 triliun. Perseroan juga mengantongi cadangan lahan atau land bank seluas 1.825 hektare yang menjamin keberlanjutan pengembangan di masa depan.
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma alias Aguan, menjelaskan bahwa capaian ini membuktikan arah pengembangan PIK2 sudah berada di jalur yang tepat. Aktivitas di kawasan tersebut dinilai terus mengalami peningkatan skala.
"Kinerja keuangan PANI menunjukan peningkatan yang berkelanjutan, sejak dari backdoor listing 5 tahun lalu, roadmap yang dirancang dari awal sudah mulai terwujud dikit demi sedikit. Dan usaha kami melakukan asset injection selama 4 tahun terakhir mulai tercermin di laporan keuangan di kuartal ini," kata Aguan.
Pihak manajemen menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan jangka panjang kota pesisir modern ini. Keberadaan Tol KATARAJA dan fasilitas seperti NICE diharapkan menjadi katalisator bagi daya saing kawasan secara global.
"Dengan dukungan land bank yang luas, konektivitas yang semakin terbuka melalui Tol KATARAJA, serta aktivitas NICE yang terus berkembang, kami optimistis PIK2 akan terus bertumbuh sebagai kota pesisir modern yang terintegrasi dan memiliki daya saing tinggi. Kawasan ini kami bangun dengan perspektif jangka panjang untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan," ujar Aguan.