PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) melaporkan pertumbuhan laba bersih sebesar 14 persen sepanjang kuartal I/2026. Laba emiten energi terintegrasi ini naik menjadi US$10,5 juta dibandingkan US$9,2 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Dikutip dari Market, kontribusi utama kenaikan ini berasal dari lini bisnis midstream, terutama jasa penyewaan gas compression plant di Sengkang, Sulawesi Selatan. Pendapatan non-operasional dari investasi di sektor EPCI dan shipping grup Hafar turut memperkuat kinerja tersebut.
Pencapaian ini menunjukkan efektivitas strategi diversifikasi portofolio perseroan. Langkah tersebut menjadi penopang stabilitas keuangan di tengah berbagai tantangan operasional yang terjadi pada lini bisnis utama.
Meskipun laba bersih meningkat, pendapatan RAJA pada tiga bulan pertama tahun 2026 mengalami penurunan sebesar 16 persen. Nilai pendapatan tercatat sebesar US$55,3 juta, turun dari posisi US$66,1 juta pada tahun sebelumnya.
Penurunan pendapatan ini dipicu oleh insiden pada jalur pipa gas di wilayah Pekanbaru yang memengaruhi sektor midstream dan downstream. Mitra perseroan telah menetapkan insiden tersebut sebagai kondisi force majeure.
Kondisi darurat ini menyebabkan adanya penyesuaian volume penyaluran gas kepada pelanggan untuk sementara waktu. Namun, diversifikasi usaha berhasil menjaga profitabilitas perusahaan tetap berada pada tren positif.
Direktur Utama Rukun Raharja, Djauhar Maulidi, menjelaskan bahwa hasil pada kuartal pertama tahun ini membuktikan ketahanan solid perusahaan terhadap tekanan operasional.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat bisnis inti, mengembangkan infrastruktur energi, serta mendorong ekspansi strategis di sektor hulu dan hilir guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Djauhar pada Senin (4/5/2026).Djauhar menambahkan bahwa perseroan berkomitmen melanjutkan inisiatif strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Rencana Pembangunan Infrastruktur dan Akuisisi
RAJA menjadwalkan pembangunan infrastruktur pipa BBM yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda mulai kuartal III/2026. Proyek ini bertujuan memperkuat jaringan distribusi energi di wilayah Kalimantan Timur.
Selain proyek fisik, perseroan melalui anak usaha PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) sedang merampungkan akuisisi SMS Development Limited. Perusahaan tersebut merupakan pemegang participating interest di Blok Madura Strait.
Transaksi akuisisi ini diharapkan mulai memberikan kontribusi pada laporan keuangan konsolidasi perusahaan sejak kuartal II/2026. Ekspansi anorganik ini menjadi bagian dari peta jalan pertumbuhan perseroan.
RAJA juga memasuki tahap akhir rencana akuisisi participating interest di salah satu blok migas kawasan Indonesia timur. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat posisi perusahaan di segmen hulu (upstream) dan hilir (downstream).
Investasi di wilayah timur tersebut ditargetkan terealisasi pada kuartal II/2026. Seluruh langkah ekspansi ini dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta tata kelola perusahaan yang baik.