XLSmart Telecom Bukukan Laba Bersih Rp1,37 Triliun pada Kuartal I/2026

XLSmart Telecom Bukukan Laba Bersih Rp1,37 Triliun pada Kuartal I/2026

PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang dinormalisasi sebesar 254 persen secara tahunan menjadi Rp1,37 triliun pada kuartal I/2026. Capaian ini didukung oleh total pendapatan perseroan yang mencapai Rp11,84 triliun pada periode tersebut.

Pertumbuhan pendapatan emiten telekomunikasi ini tercatat meningkat 38 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dilansir dari Market, EBITDA yang dinormalisasi berada pada angka Rp5,43 triliun dengan margin EBITDA normalisasi sebesar 46 persen.

Layanan data dan digital memberikan kontribusi dominan terhadap bisnis perusahaan dengan porsi mencapai 91,8 persen dari total pendapatan. Presiden Direktur & CEO XLSmart, Rajeev Sethi, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pasar dan optimalisasi portofolio pelanggan menjadi pendorong utama kinerja tersebut.

Rajeev Sethi menyatakan bahwa kenaikan blended ARPU menjadi Rp47,3 ribu mencerminkan peningkatan utilisasi layanan data bernilai tambah. Saat ini, perusahaan sedang memfokuskan upaya pada penguatan kualitas jaringan dan perluasan jangkauan layanan 5G di tanah air.

“Kami ingin memastikan setiap pelanggan dapat menikmati konektivitas yang lebih cepat, stabil, dan seamless untuk mendukung kebutuhan digital yang terus berkembang,” kata Rajeev, Selasa (12/5/2026).

Integrasi jaringan dan ekspansi teknologi seluler terbaru menjadi strategi utama perusahaan untuk membangun pengalaman digital masa depan. Melalui infrastruktur yang terintegrasi, manajemen memastikan kesiapan perusahaan dalam menyediakan layanan berkualitas tinggi bagi para pengguna.

“Kami percaya konektivitas berkualitas merupakan fondasi penting untuk mempercepat transformasi digital nasional dan menghubungkan setiap orang Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik,” kata Rajeev.

Konsolidasi jaringan nasional juga terus dipercepat guna memperkokoh kualitas layanan secara menyeluruh. Hingga akhir Maret 2026, tercatat sekitar 40.300 site telah terintegrasi ke dalam jaringan XLSmart untuk memperkuat cakupan operasional.

Selain integrasi, perseroan menambah 4.900 site baru di berbagai lokasi strategis untuk meningkatkan kapasitas data. Program efisiensi operasional pascamerger juga terus berjalan dengan penyelesaian sekitar 77 persen dari target pembongkaran menara.

Trafik layanan data perusahaan mengalami lonjakan 36 persen secara tahunan hingga mencapai 3.867 petabytes. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya aktivitas digital masyarakat, mulai dari streaming video hingga penggunaan layanan berbasis awan.

“Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital berkualitas tinggi, termasuk streaming video, mobile gaming, dan layanan berbasis cloud,” kata Rajeev.

Modernisasi jaringan terus dilakukan melalui penambahan kapasitas dan perluasan jangkauan 5G yang kini telah tersedia di 43 kota. Meskipun trafik data naik 21 persen selama periode Ramadan dan Idulfitri, kualitas layanan perseroan dilaporkan tetap terjaga dengan baik.

Manajemen menegaskan bahwa ekspansi infrastruktur bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan akses kecepatan tinggi serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan di masa depan. Perseroan saat ini didukung oleh lebih dari 253 ribu unit BTS di seluruh Indonesia.

“Dana tersebut difokuskan untuk integrasi jaringan, ekspansi layanan 5G, modernisasi infrastruktur, serta peningkatan kualitas pengalaman pelanggan di berbagai wilayah Indonesia,” kata Rajeev.

Hingga kuartal I/2026, realisasi belanja modal atau capitalized capex perseroan telah terserap sebesar Rp2,25 triliun. Alokasi dana tersebut difokuskan pada pengembangan infrastruktur digital dan peningkatan pengalaman pelanggan secara nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi