PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED) mencatatkan kinerja keuangan yang kuat selama periode kuartal I/2026. Emiten produsen alat kesehatan ini berhasil membukukan pertumbuhan signifikan pada sisi penjualan maupun laba bersih perusahaan.
Dilansir dari Market, OMED mengantongi penjualan bersih mencapai Rp572,2 miliar hingga Maret 2026. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 31,1% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari realisasi tahun sebelumnya senilai Rp436,3 miliar.
Lonjakan performa ini dipicu oleh volume penjualan yang melesat 54,1% YoY menjadi 941,9 juta unit. Pihak manajemen menjelaskan bahwa pertumbuhan volume tersebut berbanding lurus dengan peningkatan permintaan dari sektor belanja pemerintah.
"Kenaikan volume ini juga sejalan dengan meningkatnya belanja pemerintah di sektor kesehatan pada awal tahun 2026, yang turut mendorong permintaan alat kesehatan di pasar domestik," kata manajemen dalam keterbukaan informasi.
Berdasarkan rincian segmen, produk barang medis habis pakai (BMHP) mendominasi dengan kenaikan volume sebesar 83,2% YoY. Sementara itu, total nilai penjualan dari segmen ini tercatat tumbuh sebesar 22,6% YoY.
Beberapa segmen lain juga menunjukkan tren positif, di mana perawatan luka tumbuh 19,9% YoY serta antiseptik dan cairan dialisis naik 12,6% YoY. Segmen bioteknologi dan laboratorium bahkan melonjak tajam hingga 199,7% YoY.
Namun, penurunan terjadi pada segmen furnitur rumah sakit yang terkontraksi 54,3% YoY. Manajemen menilai penurunan ini merupakan bagian dari dinamika permintaan pasar yang sedang berkembang saat ini.
Pertumbuhan pendapatan ini turut mengerek laba bruto perseroan menjadi Rp205,9 miliar, atau naik 40,2% YoY. Margin laba bruto OMED pun terdongkrak ke level 36,0% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 33,7%.
Setelah akumulasi berbagai beban, OMED mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp99 miliar pada kuartal I/2026. Pencapaian laba bersih ini tumbuh 35,4% YoY jika dibandingkan perolehan kuartal I/2025 yang sebesar Rp73,1 miliar.
Hingga akhir Maret 2026, perseroan menjaga struktur keuangan yang sehat dengan current ratio pada level 11,1 kali. Siklus konversi kas (cash conversion cycle) juga membaik menjadi 202 hari dari sebelumnya 217 hari.
Menatap sisa tahun ini, OMED tengah menyiapkan peluncuran produk lensa tanam katarak (Intraocular Lens/IOL) produksi lokal pada kuartal IV/2026. Langkah ini bertujuan untuk mengamankan pangsa pasar domestik secara lebih luas.
Rencana ekspansi lainnya mencakup perluasan pasar ekspor ke Filipina serta pengembangan jaringan ritel OneMed Medicom. Selain itu, pembangunan National Distribution Center (NDC) baru di Jakarta sedang disiapkan untuk memperkuat sistem logistik.
"Perseroan akan terus menyeimbangkan antara pertumbuhan volume dan profitabilitas melalui optimalisasi bauran produk, pengembangan produk, efisiensi operasional, serta ekspansi pasar domestik dan ekspor secara selektif," tambah manajemen.