PT Sompo Insurance Indonesia melaporkan perolehan laba bersih sebesar Rp 135,3 miliar atau meningkat 10 persen secara tahunan sepanjang 2025 di tengah lonjakan pembayaran klaim. Peningkatan performa keuangan ini dikonfirmasi oleh pihak manajemen dalam keterangan resmi pada Selasa (12/5/2026).
Pertumbuhan positif juga terlihat pada net written premiums yang naik 12 persen menjadi Rp 1,87 triliun, sementara total aset perusahaan kini mencapai Rp 4 triliun. Capaian ini dilansir dari Money menunjukkan ketahanan operasional perusahaan asuransi asal Jepang tersebut di pasar domestik.
President Director & CEO Sompo Indonesia Eric Nemitz menjelaskan bahwa hasil ini diraih meski industri asuransi menghadapi berbagai tantangan signifikan selama setahun terakhir.
"Tahun 2025 menjadi tahun yang sukses bagi kami di tengah tantangan yang harus dihadapi oleh industri," ujar Eric Nemitz, President Director & CEO Sompo Indonesia.
Manajemen menegaskan fokus utama perusahaan tetap pada perlindungan nasabah dengan menerapkan strategi bisnis yang fleksibel namun tetap memegang teguh nilai integritas.
"Kami tetap berkomitmen kuat untuk memenuhi kebutuhan perlindungan aset dan kesehatan para nasabah serta mitra bisnis, melalui penerapan strategi bisnis yang adaptif dan berlandaskan integritas," lanjut Eric Nemitz, President Director & CEO Sompo Indonesia.
Data keuangan menunjukkan lini kendaraan, properti, dan kesehatan menjadi motor utama dengan kontribusi 79 persen dari total premi. Secara keseluruhan, perusahaan berhasil mengumpulkan premi bruto senilai Rp 2,7 triliun dengan rasio solvabilitas atau RBC berada pada level 240 persen.
Peningkatan laba ini terjadi secara simultan dengan kenaikan total klaim yang dibayarkan kepada nasabah sebesar 25 persen. Total nilai klaim mencapai Rp 853 miliar, yang jika dirinci setara dengan pembayaran Rp 2,3 miliar setiap harinya selama tahun 2025.
Selain sektor konvensional, unit usaha syariah mencatatkan kinerja stabil dengan surplus underwriting dana tabarru’ sebesar Rp 31,9 miliar. Saat ini, perusahaan sedang menjalankan mandat regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pemisahan unit bisnis tersebut.
"Untuk merespons kebutuhan pasar yang semakin dinamis, Sompo Indonesia berkomitmen kuat untuk menghadirkan solusi perlindungan yang inovatif dan relevan melalui pengembangan produk dan layanan, termasuk penawaran berbasis syariah," kata Eric Nemitz, President Director & CEO Sompo Indonesia.
Proses pemisahan atau spin-off unit syariah ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat diferensiasi layanan di pasar yang semakin kompetitif.
"With fundamental keuangan yang solid, kami optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup Eric Nemitz, President Director & CEO Sompo Indonesia.