PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau PT DSI resmi menunjuk Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama yang baru. Langkah strategis ini menempatkan sosok berpengalaman internasional di pucuk pimpinan perusahaan.
Seperti diberitakan oleh Suara, figur Luke Thomas Mahony belakangan ini menarik perhatian publik setelah pengumuman jabatan barunya tersebut mencuat. Ia merupakan warga negara Australia yang saat ini menetap di Jakarta.
Rekam jejak Luke Thomas Mahony di dunia pertambangan sangat panjang, mencakup pengelolaan komoditas batubara hingga nikel. Pengalaman globalnya didapatkan dari berbagai posisi di perusahaan multinasional terkemuka.
Pendidikan tinggi Luke Thomas Mahony ditempuh di University of New South Wales (UNSW), Australia. Di kampus tersebut, ia berhasil meraih gelar Bachelor of Mining Engineering.
Tidak berhenti di situ, ia memperdalam keahliannya dengan meraih gelar Master of Commerce in Finance, Master of Mining Engineering, dan Master of Geomechanics di universitas yang sama.
Perjalanan profesionalnya di industri ini dimulai pada awal tahun 2003. Jabatan pertama yang iaemban adalah sebagai Shift Engineer di Baulderstone Hornibrook.
Kiprah di Perusahaan Tambang Raksasa Global
Karier Luke Thomas Mahony berkembang pesat saat ia bergabung dengan BHP Billiton, salah satu raksasa tambang dunia. Selama empat tahun sejak 2010, ia menduduki posisi penting seperti Principal Business Analyst dan Manager Production Prestrip.
Sebelum masa jabatannya di BHP Billiton, ia juga sempat mencatatkan pengalaman kerja di Xstrata Coal. Langkah kariernya kemudian berlanjut ke grup Vale Base Metals.
Di Vale Base Metals, ia dipercaya memegang posisi penting sebagai Chief Technical Officer dari Desember 2022 hingga Februari 2024. Setelah itu, ia mengemban tugas sebagai Technical Director sampai Agustus 2024.
Rekam Jejak dan Ekspansi di Industri Tambang Indonesia
Di Indonesia sendiri, nama Luke Thomas Mahony mulai dikenal secara luas setelah ia bergabung dengan PT Vale Indonesia Tbk. Ia memegang jabatan ganda sebagai Chief Strategy and Technical Officer sekaligus Direktur dari Juli 2024 hingga September 2025.
Selama berkarier di Indonesia, ia fokus mengelola operasi pertambangan nikel. Tugasnya meliputi penguatan strategi bisnis global serta pengembangan aspek teknis operasional perusahaan.
Keberhasilan tersebut membawanya masuk ke lingkaran Danantara pada September 2025 sebagai Senior Executive Vice President Business Performance & Optimization. Berselang beberapa bulan kemudian, tepatnya pada Mei 2026, Luke Thomas Mahony resmi diangkat menjadi Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia.