Haji Doni Ubah Showroom Mobil Jadi Mall Hewan Qurban di Depok

Haji Doni Ubah Showroom Mobil Jadi Mall Hewan Qurban di Depok

Sebuah gedung yang awalnya dirancang sebagai showroom mobil mewah di kawasan Depok, Jawa Barat, beralih fungsi menjadi pusat penjualan hewan kurban unik bernama Mall Hewan Qurban pada Sabtu (9/5/2026).

Pemilik usaha, Haji Doni, menjelaskan bahwa transformasi bisnis ini telah berjalan selama lebih dari dua dekade untuk memudahkan konsumen mendapatkan hewan ternak berkualitas di lokasi strategis tengah kota, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Gagasan mendirikan pusat penjualan ini muncul karena H. Doni melihat kesulitan rekan-rekannya dalam mencari sapi yang biasanya berlokasi di peternakan yang jauh dari pusat keramaian.

"Sudah 22 tahun yang lalu ya, ini 2004 sudah ada. Dulu teman-teman saya dari Eropa, Timur Tengah, Amerika Latin, hingga lokal kalau mau beli sapi harus ke peternakan yang jauh lokasinya," ujar H. Doni, Pemilik Mall Hewan Qurban.

Gedung yang digunakan saat ini sebenarnya merupakan unit showroom mobil ketiga miliknya, namun rencana tersebut berubah total akibat tingginya permintaan pelanggan yang lebih memilih melihat sapi di tempat tersebut.

"Seharusnya gedung ini kita isi mobil, tapi customer minta diisi sapi dulu. Karangan bunga yang datang sebenarnya untuk pembukaan showroom mobil, tapi apa daya, customer malah minta sapi," kenang H. Doni, Pemilik Mall Hewan Qurban.

Sejak awal berdiri pada tahun 2004, operasional Mall Hewan Qurban sudah mengadopsi sistem manajemen modern yang membedakannya dengan pasar hewan konvensional pada masa itu.

Penggunaan perangkat digital dan penyediaan berbagai metode pembayaran elektronik menjadi salah satu terobosan yang dilakukan untuk mengelola ribuan ekor ternak yang tersedia.

"Dulu teknologi belum seperti sekarang. Kita pakainya Tab, ada programnya sendiri. Kalau pakai buku untuk ribuan ekor sapi, pusing kita. Tahun 2004 itu kami juga sudah punya mesin EDC. Jadi pembeli bisa bayar pakai kartu kredit, autodebet, bahkan pakai mata uang asing juga bisa," jelas H. Doni, Pemilik Mall Hewan Qurban.

Keunikan lain dari tempat ini adalah keterlibatan staf perempuan modis yang bertugas memberikan pelayanan kepada para pembeli yang datang ke lokasi.

Kebijakan mempekerjakan perempuan dan mahasiswi ini diambil H. Doni sebagai bentuk edukasi publik untuk menghapus stigma negatif terhadap profesi di bidang peternakan.

"Banyak mahasiswi yang kuliahnya dibiayai orang tua dari jualan sapi, tapi setelah lulus malah tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. Makanya saya buat edukasi bahwa jualan sapi itu juga bisa dilakukan oleh wanita-wanita cantik. Ini staf kami, ada yang mahasiswi diperbantukan karena saat Idul Adha tamu bisa 50 orang sehari. Kalau cuma 2-3 orang, tamu bisa kecewa," pungkas H. Doni, Pemilik Mall Hewan Qurban.

Artikel terkait

Rekomendasi