Mantan Pejabat SWIFT Ragukan Utilitas XRP dalam Proyek Tokenisasi

Mantan Pejabat SWIFT Ragukan Utilitas XRP dalam Proyek Tokenisasi

Mantan Chief Innovation Officer SWIFT, Tom Zschach, mempertanyakan utilitas token XRP dalam kerangka institusional baru setelah Ripple melakukan uji coba tokenisasi pada Kamis (07/05/2026). Kritik ini muncul merespons langkah Ripple yang menggandeng raksasa perbankan Wall Street untuk menebus dana Treasury Amerika Serikat yang telah ditokenisasi di XRP Ledger (XRPL).

Dilansir dari U.Today, proyek percontohan tersebut melibatkan kolaborasi Ripple dengan J.P. Morgan, Mastercard, dan Ondo Finance dalam eksekusi penebusan dana Treasury secara real-time. Meskipun Ripple menyebut langkah ini sebagai kemajuan signifikan bagi pasar keuangan global yang beroperasi 24 jam, Zschach menyoroti peran teknis token asli jaringan tersebut.

Zschach mempertanyakan apakah XRP benar-benar berfungsi sebagai aset penyelesaian atau sekadar digunakan untuk biaya transaksi di dalam buku besar digital tersebut. Pertanyaan ini merujuk pada perdebatan panjang mengenai perbedaan antara pemanfaatan jaringan blockchain dengan penggunaan aset kripto aslinya secara fungsional.

"Is XRP used as a settlement asset or just for gas on the ledger?" tanya Zschach, mantan Chief Innovation Officer SWIFT.

Data menunjukkan bahwa proses penyelesaian fiat dalam uji coba tersebut dilakukan secara terpusat, di mana unit Kinexys milik J.P. Morgan mengirimkan dolar AS ke rekening bank Ripple di Singapura. Hal ini memicu pengawasan ketat terhadap proposisi nilai inti XRP yang selama ini dipasarkan oleh Ripple sebagai instrumen utama untuk penyelesaian lintas batas.

Zschach yang memiliki pengalaman enam tahun memimpin inovasi di SWIFT sebelumnya juga sempat memberikan perumpamaan kritis terhadap teknologi Ripple. Ia menilai struktur konsorsium SWIFT lebih memiliki ketahanan dibandingkan model yang ditawarkan oleh kompetitornya tersebut.

"Neutral, shared governance is [resilience]," tegas Zschach.

Narasi mengenai ketahanan institusional menjadi poin utama bagi Zschach yang menilai lembaga keuangan cenderung menghindari penggunaan infrastruktur milik pesaing. Ia pun menganggap kemenangan hukum Ripple atas SEC tidak secara otomatis menjamin adopsi luas oleh lembaga perbankan global.

"Institutions don’t want to live on a competitor’s rails," lanjut Zschach.

Kritik dari veteran industri pembayaran ini menambah diskursus mengenai kesiapan sistem keuangan global dalam menghadapi konvergensi antara kecerdasan buatan dan tokenisasi. Zschach sendiri diketahui telah meninggalkan posisinya di SWIFT pada awal tahun ini karena keyakinannya terhadap ketidaksiapan sistem finansial saat ini.

Artikel terkait

Rekomendasi