PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK) menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai Rp342 miliar atau sebesar Rp90 per saham. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026.
Pengalokasian keuntungan tersebut mencakup perolehan laba bersih tahun buku 2025 dan sebagian saldo laba ditahan hingga tahun buku 2024. Dilansir dari Market, produsen cetakan sarung tangan karet ini sebelumnya telah menyetorkan dividen interim dalam dua tahap pada Agustus dan November 2025.
Presiden Direktur MARK, Ridwan, mengonfirmasi kepastian nilai pembayaran yang akan diterima oleh setiap pemegang saham melalui keterbukaan informasi pada Selasa, 12 Mei 2026. Penyaluran sisa dividen ini merupakan bentuk komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil kepada investor.
"Dengan demikian jumlah total pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham Perseroan, yaitu setiap sahamnya akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp90 per saham," ujar Ridwan, Presiden Direktur MARK.
Total dividen yang dibayarkan terdiri dari Rp266 miliar yang bersumber dari laba bersih 2025 dan tambahan Rp76 miliar dari saldo laba ditahan. Nilai dividen final yang segera dibayarkan adalah Rp30 per saham, ditambah dividen tunai ekstra sebesar Rp20 per saham.
Manajemen telah menyusun jadwal administratif bagi investor, di mana batas akhir periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 19 Mei 2026. Sementara itu, untuk pasar tunai, masa cum dividen berakhir pada 21 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.
Pemegang saham yang namanya terdaftar dalam administrasi perseroan hingga tanggal pencatatan tersebut berhak atas pembayaran tunai. Distribusi dana dividen dijadwalkan akan masuk ke rekening para investor pada 10 Juni 2026.