Mark Dynamics Bagikan Dividen Rp50 Per Saham untuk Tahun Buku 2025

Mark Dynamics Bagikan Dividen Rp50 Per Saham untuk Tahun Buku 2025

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) secara resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat (8/5/2026).

Emiten produsen cetakan sarung tangan ini menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp50 per saham bagi para pemegang sahamnya. Langkah ini, seperti dikutip dari Suara, bertujuan memperkuat daya tarik saham MARK sebagai instrumen investasi dengan fundamental kokoh.

Estimasi total dividen yield yang akan diterima pemegang saham diprediksi mencapai sekitar 11 persen. Besaran ini mencerminkan kinerja keuangan perusahaan yang tetap tangguh meskipun di tengah dinamika pasar global.

Direktur Utama PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, Ridwan Goh, menekankan pentingnya memberikan nilai tambah bagi investor. Perusahaan berkomitmen menjaga kebijakan rasio pembayaran dividen tetap tinggi.

"Perseroan secara konsisten menjaga kebijakan dividend payout ratio di atas 90 persen sebagai bentuk komitmen kami dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham," ujar Ridwan Goh dalam siaran pers.

Ridwan menambahkan bahwa arus kas perusahaan saat ini berada dalam posisi yang sangat terjaga. Hal tersebut memberikan fleksibilitas bagi manajemen untuk terus melakukan pengembangan bisnis ke depan.

"Di saat yang sama, kondisi keuangan Perseroan tetap sehat sehingga kami masih memiliki ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi dan pertumbuhan usaha ke depan," tutur Ridwan.

Memasuki periode tahun buku 2026, MARK menetapkan target laba bersih yang ambisius sebesar Rp340 miliar. Angka tersebut menunjukkan proyeksi pertumbuhan sekitar 20 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya.

Strategi efisiensi operasional yang ketat serta penguasaan pasar ekspor menjadi pilar utama dalam mencapai target tersebut. Saat ini, mayoritas pendapatan perusahaan bergantung pada permintaan dari pasar luar negeri.

Struktur penjualan perusahaan didominasi oleh transaksi dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Tercatat, lebih dari 80 persen pendapatan Perseroan berasal dari aktivitas ekspor global.

Pemanfaatan dolar AS memberikan perlindungan alami atau natural hedge terhadap risiko fluktuasi nilai tukar. Penguatan mata uang dolar AS justru memberikan pengaruh positif terhadap margin profitabilitas perusahaan.

"Kami melihat permintaan pasar ekspor masih cukup solid. Dengan struktur biaya yang semakin efisien, posisi kas yang sehat, serta kapasitas produksi yang terus dioptimalkan, kami optimistis target pertumbuhan tahun 2026 dapat tercapai," jelas Ridwan.

Ekspansi Usaha Melalui Penjaminan Aset Perusahaan

Selain agenda RUPST, perusahaan juga menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan penting terkait rencana pendanaan jangka panjang perusahaan.

Pemegang saham memberikan persetujuan kepada manajemen untuk menjaminkan aset perusahaan. Nilai penjaminan tersebut mencakup lebih dari 50 persen dari total kekayaan bersih yang dimiliki Perseroan.

Langkah penjaminan aset ini dilakukan untuk mengamankan fasilitas pembiayaan dari sektor perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Dana tersebut akan dialokasikan sepenuhnya untuk mendukung agenda ekspansi usaha yang berkelanjutan.

Ridwan Goh menyatakan bahwa hasil keputusan rapat tersebut merupakan bukti nyata dari besarnya kepercayaan para pemegang saham. Hal ini memberikan sinyal positif bagi prospek jangka panjang perusahaan di pasar modal.

Perseroan kini berada dalam posisi yang kompetitif untuk melanjutkan pertumbuhan ekonomi bagi seluruh pemangku kepentingan. Penguasaan pasar global dan rencana ekspansi yang terukur menjadi modal utama MARK di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi