PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) memutuskan untuk membagikan total dividen sebesar Rp 90 per saham kepada para pemegang sahamnya.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), seperti dikutip dari Money.
Nilai dividen MARK ini berasal dari laba bersih tahun buku 2025 serta tambahan dari saldo laba ditahan perseroan hingga tahun buku 2024.
Perseroan menetapkan total dividen dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 70 per saham.
Sebelumnya, MARK telah membayarkan dividen interim tahap pertama sebesar Rp 20 per saham pada 29 Agustus 2025.
Dividen interim tahap kedua sebesar Rp 20 per saham juga telah dibayarkan pada 27 November 2025.
Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang saham adalah sebesar Rp 30 per saham.
Selain itu, perseroan menyetujui pembagian tambahan dividen sebesar Rp 20 per saham yang berasal dari saldo laba ditahan hingga tahun buku 2024.
Melalui tambahan tersebut, total dividen yang dibagikan oleh MARK mencapai Rp 90 per saham.
Secara keseluruhan, total dividen yang dibagikan perseroan mencapai Rp 342 miliar atau setara dengan dividend payout ratio sekitar 120 persen.
Rasio tersebut mencerminkan kebijakan agresif perseroan dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham, didukung posisi kas yang sehat serta akumulasi saldo laba ditahan.
Berdasarkan jadwal perseroan, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 19 Mei 2026, sedangkan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 20 Mei 2026.
Sementara itu, cum dividen di pasar tunai berlangsung pada 21 Mei 2026 dan ex dividen di pasar tunai pada 22 Mei 2026.
Perseroan menetapkan recording date pada 21 Mei 2026, sedangkan pembayaran dividen tunai dijadwalkan pada 10 Juni 2026.
"Perseroan secara konsisten menjaga kebijakan dividend payout ratio yang tinggi sebagai bentuk komitmen kami kepada pemegang saham. Di saat yang sama, kondisi fundamental dan arus kas Perseroan tetap sehat sehingga masih memberikan ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi usaha ke depan," ujar Ridwan Goh dalam siaran pers, Senin (18/5/2026).
Target Pertumbuhan Penjualan dan Laba Bersih
MARK mencatat bahwa lebih dari 80 persen penjualannya berasal dari pasar ekspor dengan denominasi dollar AS.
Struktur bisnis ini dinilai memberikan keuntungan di tengah penguatan dollar AS karena mampu memberikan natural hedge terhadap fluktuasi nilai tukar.
Perseroan optimistis terhadap prospek bisnis pada 2026 dengan menargetkan pertumbuhan laba bersih sekitar 20 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Target tersebut didukung oleh permintaan pasar ekspor yang solid, efisiensi operasional, serta optimalisasi kapasitas produksi.
Di sisi lain, sentimen industri sarung tangan global mulai meningkat seiring meningkatnya perhatian terhadap penyebaran hantavirus.
Kondisi ini kembali memicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kenaikan permintaan alat pelindung diri, termasuk sarung tangan medis.
Sentimen tersebut turut mendorong penguatan saham produsen sarung tangan utama di Malaysia seperti Top Glove, Hartalega, Kossan, dan Supermax.
Bagi MARK, perkembangan tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap permintaan cetakan sarung tangan medis karena kewaspadaan global terhadap wabah virus secara historis diikuti kenaikan permintaan.
Dengan dominasi pasar ekspor dan basis pelanggan global yang kuat, MARK berada dalam posisi yang baik untuk menangkap peluang pertumbuhan permintaan di industri sarung tangan global.