Maskapai Eropa Batalkan Penerbangan Akibat Lonjakan Harga Avtur

Maskapai Eropa Batalkan Penerbangan Akibat Lonjakan Harga Avtur

Sejumlah maskapai penerbangan di Eropa memutuskan untuk membatalkan banyak jadwal perjalanan menyusul lonjakan harga bahan bakar pesawat atau avtur yang kian tidak terkendali. Langkah efisiensi ini mulai dilakukan pada pertengahan Mei 2026 demi menekan kerugian finansial perusahaan.

Kenaikan harga energi global tersebut dipicu oleh ketegangan konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Dampaknya, banyak rute penerbangan dianggap tidak lagi layak secara ekonomi untuk dioperasikan oleh perusahaan transportasi udara di wilayah Uni Eropa.

Komisioner Transportasi Eropa, Apostolos Tzitzikostas, memberikan penjelasan mengenai situasi terkini industri penerbangan di kawasan tersebut pada Rabu (13/5/2026). Penegasan ini disampaikan dalam presentasi paket inisiatif penyederhanaan pemesanan perjalanan kereta api di seluruh Eropa.

"Sejauh ini tidak ada krisis (bahan bakar pesawat di Uni Eropa), tidak ada indikasi akan terjadi kekurangan dalam waktu dekat," ucap Apostolos Tzitzikostas, Komisioner Transportasi Eropa.

Tzitzikostas menambahkan bahwa persoalan utama terletak pada aspek biaya operasional yang membengkak bagi para penyedia jasa penerbangan. Hal ini memaksa maskapai untuk mengambil kebijakan ekstrem dalam jadwal operasional mereka.

"Masalah sesungguhnya saat ini adalah kenaikan harga bahan bakar dan ini menyebabkan cukup banyak maskapai penerbangan membatalkan perjalanan tertentu yang tidak lagi layak secara finansial, mengingat kenaikan harga bahan bakar," lanjut Apostolos Tzitzikostas, Komisioner Transportasi Eropa.

Lufthansa Group menjadi salah satu maskapai yang mengambil tindakan signifikan dengan rencana pemangkasan sekitar 20.000 penerbangan jarak pendek, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Pengurangan jadwal ini akan berlaku hingga bulan Oktober mendatang untuk menjaga stabilitas operasional.

Pusat operasi di Frankfurt dan Munich menjadi titik yang paling terdampak oleh pembatalan ini karena dianggap tidak menghasilkan laba di tengah kenaikan harga avtur. Meski demikian, pihak maskapai tetap berupaya melakukan optimalisasi di enam hub utama mereka dan memperkuat layanan di kota lain seperti Zurich, Wina, dan Brussels.

Melalui kebijakan pembatalan massal ini, Lufthansa Group menargetkan penghematan energi yang cukup besar. Perusahaan memproyeksikan mampu menghemat lebih dari 40.000 metrik ton bahan bakar avtur selama periode penyesuaian tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi